Select Menu

Favourite

POSKO SENKOM KLATEN BASEMENT JANU PUTRA PASARAYA KLATEN

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO


Foto : Okezone


Jakarta — Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kepala Badan Intelijen di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9). Budi yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polri resmi menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Jokowi membacakan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 102/2016 untuk mengukuhkan jabatan Budi sebagai Kepala BIN sekitar pukul 17.44 WIB. Setelah Keppres dibacakan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan.
“Demi allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, bahwa saya akan menjunjung tinggi HAM, demokrasi, dan supremasi hukum, bahwa saya akan menjalankan tugas dan wewenang dalam jabatan saya dengan sungguh-sungguh,” Budi mengucap sumpah mengikuti Presiden.
Sumpah itu juga berbunyi, “Saya akan menjunjung tinggi kode etik intelijen negara di setiap tempat, waktu dan dalam keadaan bagaimanapun juga, bahwa saya pantang menyerah dalam menjalankan tugas dan kewajiban jabatan saya, bahwa saya akan memegang teguh segala rahasia intelijen negara, dalam keadaan bagaimanapun juga.”
Pelantikan Budi dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, baik dari unsur eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri ada di antara tamu yang menyaksikan pelantikan Budi.
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama juga turut hadir. Sutiyoso yang baru saja menyerahkan jabatan Kepala BIN terlihat bersalam-salaman usai pelantikan Budi.
Sebelum pelantikan, Jokowi membacakan Keputusan Presiden tentang pemberhentian Sutiyoso.
Pelantikan Budi berjarak satu pekan sejak pimpinan DPR menerima surat pencalonannya sebagai Kepala BIN dari Jokowi. Atas surat itu, Komisi I DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Budi secara tertutup.
Pada forum itu, Budi memaparkan strategi yang hendak ia terapkan di BIN untuk menghadapi potensi ancaman negara, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Jika saya diberi kepercayaan sebagai Kepala BIN, maka saya akan melakukan program optimalisasi menuju BIN yang semakin profesional, objektif dan berintegritas,” ujarnya.
Usai fit and proper test selama dua jam, sepuluh fraksi di Komisi I DPR dengan suara bulat meloloskan Budi menjadi orang nomor satu di Pejaten, markas besar BIN.
“Setelah mendengarkan paparan visi dan misi serta pandangan fraksi-fraksi dari anggota terhadap calon Kepala BIN, maka rapat internal Komisi I memutuskan memberikan pertimbangan saudara Budi Gunawan layak dan patut sebagai Kepala BIN menggantikan Sutiyoso,” kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari.
Kamis kemarin, rapat paripurna DPR pun mengetuk palu tanda persetujuan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN.
Budi tercatat sebagai Kepala BIN ketujuh sejak restrukturisasi Badan Koordinasi Intelijen negara pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ia merupakan perwira kepolisian kedua yang memimpin BIN setelah Jenderal (Purnawirawan) Sutanto. CNN Indonesia

Seluruh Pembina,Pengurus serta anggota Senkom Mitra Polri Klaten mengucapkan selamat HUT Polwan ke-68 Semoga semakin sukses, terampil dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai insan Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat, juga selaku aparat penegak hukum.


Anggota Senkom Rescue berpartisipasi resik resik kali.

WONOGIRI - Ratusan massa, Sabtu (27/8), ramai-ramai melakukan aksi resik-resik kali di aliran Kali Krisak, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Aksi ini sebagai upaya mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kiat pengurangan risiko bencana banjir.

Aksi yang diprakarsai Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Wonogiri pimpinan dokter Bimo ini, melibatkan para relawan siaga bencana dari berbagai institusi. Juga didukung para personel dari Koramil dan Polsek Selogiri, aparat dari Kecamatan Selogiri, para pamong desa, ibu-ibu PKK dan warga masyarakat.

Bimo menyatakan, dalam sejarah peradaban, kehidupan manusia dimulai dari wilayah yang berdekatan dengan air, atau daerah yang berdekatan dengan aliran sungai. Air dalam jumlah yang terukur, dapat mendukung dan menjadi sumber kehidupan. ”Tapi ketika jumlahnya berlebihan, akan menjadi masalah, karena menimbulkan musibah terjadinya banjir,” jelasnya.

Kata Bimo, melalui aksi massa resik-resik kali yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat ini, diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi resiko bencana banjir. ”Sebab Kali Krisak ini beberapa tahun lalu, pernah meluap dan menimbulkan musibah banjir,” ujarnya.

Gerakan massa resik-resik kali ini, sebagai upaya implementasi dari penjabaran hasil sekolah sungai tingkat nasional di Klaten, yang diikuti relawan siaga bencana FPRB Wonogiri. ”Hasil dari mengikuti sekolah sungai tersebut, kini diaplikasikan di sini,” ujar Bimo. Bersamaan aksi massa ini, dibagikan kantong plastik untuk tempat sampah.

Lalu, disebarkan puluhan pamflet sebagai media kampanye cinta sungai. Bertuliskan seruan agar warga masyarakat membudayakan buang sampah di tempatnya, bukan di aliran kali, Selamatkan sungai dari sampah, Ayo kita selamatkan alir kali dari sampah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, menyerukan, agar warga masyarakat tidak menjadikan alir kali sebagai tempat membuang sampah.

”Budayakan membuang sampah di tempat yang telah disediakan, jangan sembarang membuang sampah ke aliran sungai, karena dapat memicu terjadinya pendangkalan dan banjir,” tegas Bambang Haryanto sembari mengajak pentingnya membentuk institusi komunitas cinta kali.suaramerdeka.com


Kalakhar BPBD Jateng Sarwa Pramana

Klaten -- Lahirnya gerakan restorasi sungai,gerakan bersih sungai,Gerakan sekolah sungai terus mendapat tanggapan positif dari semua elemen.minggu pagi ,28 agustus,komunitas masyarakat peduli sungai ujung,relawan,warga dan komunitas mancing mania akan mendatangani ikrar "njogo Kali" dikain putih sepanjang bantaran sungai ujung Jagalan Wedi,klaten.ikrar yang dilaksanakan kbersamaan dengan lomba mancing ini bertujuan untuk mengajak masyarakat,komunitas,pemerintah,swasta untuk berkomitmen menjaga sungai /njogo Kali.

Menurut ketua komunitas peduli sungai ujung,Heru Purnomo,aksi tanda tangan ikrar ini digelar bersamaaan dengan kegiatan lomba mancing yang diadakan komunitas sungai ujung.

Kalakhar BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana,panitia,warga,pemerintah,swasta,dan peserta lomba akan menandatangani ikrar di atas kain putih panjang yang digelar di sepanjang sungai ujung.pihaknya berharap,aksi dan lomba yang digelar warga ini mampu terus menggalang komitmen warga untuk terus menjaga sungai/njogo Kali.

Lebih jauh Heru menjelaskan,aksi ini adalah rangakian kegiatan komunitas masyrakat peduli sungai ujung yang terus berupaya menjaga sungai untuk bersih dan bermanfaat.




Klaten – Menyambut Hari Jadi Polwan ke-68 yang jatuh pada 1 September 2016 mendatang, Polres Klaten memperingatinya dengan melakukan kegiatan sosial yakni bergotongroyong membuat rumah bagi Ibu Lastari (52 th) yang tinggal di Dolon, RT 2/RW 7, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jumat pagi (26/8/2016).
Kapolres Klaten, AKBP Faizal SIK MH bersama istrinya Ny Ratih Faizal, Ketua Bhayangkari Polres Klaten, memimpin langsung giat peduli masyarakat dengan turun tangan langsung dalam proses pembangunan rumah bagi Ibu Lastari yang tinggal sendirian dan tuna netra.
Berbaur dengan warga masyarakat dan 70-an Polwan Polres Klaten, Kapolres Klaten dan Istrinya tanpa canggung ikut menurunkan genting, mengangkut pasir, batu, dan mengusung paving block yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan rumah dari pukul 07.30 WIB.
Semua dikerjakan dengan bergotong royong bersama puluhan Warga Dolon, tempat Ibu Lastari tinggal.
Sementara, Ibu Lastari sendiri selama 20-an tahun tinggal dan tidur di sebuah rumah tak layak huni berukuran 3×4 meter. Selama ini, jelas Faizal, Bu Lastari selalu mandi di rumah tetangganya dan ternak ayam ala kadarnya.
Keadaannya yang serba susah, tuna netra, belum menikah, menjadi prioritas Polres Klaten untuk turun tangan. Rumah tersebut tak layak huni lagi dan dalam memperingati hari jadi Polwan ini, Polres Klaten terpanggil hatinya untuk membantu meringankan beban yang dipikul Ibu Lastari.
“Harapannya dengan program ini, Polres Klaten ingin berbagi dengan lingkungan. Masyarakat masih banyak yang membutuhkan bantuan kita. Kami dari Polres Klaten siap membantu program pemerintah Klaten dan langkah ini sudah seijin bupati, beliau Ibu Bupati Hj Sri Hartini sangat mendukung,” tandas Faizal di sela-sela acara peduli rumah tak layak huni.
Kapolres menambahakan program membangun rumah ini merupakan sumbangsih dari seluruh anggota Polres Klaten, nantinya rumah bu Lastari akan diluaskan ukuranya menjadi 4×6 meter, ada teras, ada kamar mandi komplit, atapnya pakai asbes, dan tanahnya diplester.
Dari dana iuran anggota Polres Klaten itu, Rabu kemarin (25/8) telah dibelikan 2 truk pasir, 40 semen, 3 buah kusen, 1000 batako, dan lainnya, Untuk persiapan membuat rumah, jajaran anggota pun turun tangan kerja bakti bersama anggota Bhayangkari.
“Target sekitar tanggal 2 September 2016, diharapkan rumah ini sudah jadi kisaran 90 persen. Agenda ini juga dalam kerangka memperingati Hari Jadi Polwan ke 68 tanggal 1 September 2016, dan juga memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari tanggal 19 Oktober,” pungkas Faizal.tribratanewspoldajateng.com


Ayo angkat

Polwan semangat bantu sesama

Klaten – Puluhan Polisi Wanita Polres Klaten diterjunkan di Dolon, Paseban, Bayat Klaten dengan kompaknya bahu membahu untuk membangun rumah Lastari (52), Jum’at (26/8/2016).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi, para Polwan bersama warga masyarakat memindahkan genting dan juga merobohkan rumah sehingga dapat dibangun dengan kokoh, tak itu saja Polwan Polres Klaten dengan semangatnya memindah-pindahkan batako, pasir dan material lainnya.
Kabag Sumda Polres Klaten Kompol Heru Setyaningsih mewakili Kapolres Klaten AKBP Faizal mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Polwan ke-68 yang kita wujudkan berupa rumah untuk warga yang membutuhkan.
“Keadaannya tuna netra serta hidup sendiri pada rumah yang tak layak nyaris roboh menjadi prioritas kami untuk turun tangan membantu meringankan beban yang dipikul Ibu Lastari,” jelas Kabag Sumda.
Dengan bantuan Polwan Polres Klaten diharapkan dapat berbagi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga keberadan Polisi dapat dirasakan ditengah-tengah masyarakat.tribratanewspoldajateng.com


TKlaten -- Dalam rangka ulang tahun Janu Putra Pasaraya Klaten bekerjasama dengan PMI Klaten mengadakan acara donor darah pada 27 agustus 2016 di jalan Pemuda 307 Klaten.Puluhan anggota Senkom berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini.

Salah satu pendonor mengatakan ini merupakan pertama kalinya mendonorkan darahnya dengan tujuan membantu pada yang membutuhkan.Kegiatan ini juga menarik masyarakat terbukti banyak peserta baik yang sudah berkali kali maupun yang baru.

APA SYARAT SYARAT UNTUK MENJADI DONOR DARAH ?

1. Sehat jasmani dan rohani
2. Usia 17 sampai dengan 65 tahun.
3. Berat badan minimal 45 kg.
4. Tekanan darah :
- sistole 100 - 170
- diastole 70 - 100
5. Kadar haemoglobin 12,5g% s/d 17,0g%
6. Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun)

JANGAN MENYUMBANGKAN DARAH JIKA :

1. Mempunyai penyakit jantung dan paru paru
2. Menderita kanker
3. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
4. Menderita kencing manis (diabetes militus)
5. Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
6. Menderita epilepsi dan sering kejang
7. Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
8. Mengidap sifilis
9. Ketergantungan Narkoba.
10. Kecanduan Minuman Beralkohol
11. Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
12. Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan.

KAPAN HARUS MENUNDA UNTUK MENYUMBANGKAN DARAH

1. Sedang sakit demam atau influenza, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
2. Setelah cabut gigi, tunggu 5 hari setelah sembuh.
3. Setelah operasi kecil, tunggu 6 bulan.
4. Setelah operasi besar, tunggu 12 bulan.
5. Setelah tranfusi, tunggu 1 tahun.
6. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, tunggu 1 tahun.
7. Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 12 bulan.
8. Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan.
9. Sedang menyusui, tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
10. Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
11. Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, tunggu 12 bulan.
12. Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
13. Bila sakit tipus, tunggu 6 bulan setelah sembuh.
14. Setelah vaksin, tunggu 8 minggu.
15. Ada gejala alergi, tunggu 1 minggu setelah sembuh.
16. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, tunggu 1 minggu setelah sembuh.(ryo)