Select Menu

Favourite

HUT KLATEN

HUT KLATEN

NASIONAL

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 69

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 69

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SELAMAT IDUL FITRI

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

NASIONAL

RESCUE

DARI TRADITIONAL POLICING KE COMMUNITY POLICING

Guna mewujudkan  Rencana Strategi Polri, maka strategi yang digunakan adalah Perpolisian Masyarakat atau Community Policing. Merupakan program optimalisasi bhabinkamtibmas dalam bentuk sistem pencegahan kejahatan di pemukiman dan komplek perumahan. Hal ini juga merupakan satu bentuk aktualisasi dari strategi polmas tersebut.

Pencegahan kejahatan merupakan dimensi pemolisian yang sedang berkembang saat ini di beberapa negara. Orientasi tugas polisi sudah bergeser  dari Traditional Policing ke arah Community Policing dengan berbagai macam bentuknya. Dalam mengurangi angka kejahatan, polisi tidak lagi menggunakan pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional ini seperti dengan hanya meningkatkan jumlah polisi yang turun ke lapangan, menghadirkan patroli dalam frekuensi yang tinggi dan melakukan penegakan hukum secara masif. Namun, kini polisi dituntut untuk menyelesaikan akar persoalan kejahatan itu sendiri.

Foto : Rio

Div Humas Mabes Polri

KLATEN -- Setelah sempat tertunda beberapa saat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klaten memastikan jalur evakuasi merapi sudah bisa di mulai.

Saat ini pemenang kontrak sudah ada dan pihak BPBD juga sudah  mengecek kesiapan pelaksanaan proyek tersebut.Dan pekan depan atau awal september proyek perbaikan jalur evakuasi pengungsi merapi di mulai.

Tahap awal ini akan di laksanakan di tiga jalur evakuasi yakni jalur barat pada ruas jalur desa Balerante Kemalang.DI jalur timur pada ruas jalur Karang nongko.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Klaten, Sri Purwanto, mengungkapkan dana yang di gunakan untuk melakukan proyek jalur evakuasi total 30 milyar. Bersumber dari ABPN melalui bantuan bantuan yang totalnya 47 milyar

Ada 9 ruas jalan jalur evakuasi yang akan di perbaiki terdiri dari jalur Pasar Kembang -Jatijareg senilai Rp 5,3 Miliar, Jalur Jiwan -Jatijareg senilai Rp 2,7 Miliar, Jalur dari Surowono -Jatijareg senilai Rp 3,4 Miliar, Jalur dari Butuh -Balerante senilai RP 4,4 Miliar, Jalur dari Kepurun - Butuh senilai RP 2,7 Miliar.

Ada juga jalur evakuasi ruas Dompol -Kali Wuluh -Pesanggrahan dengan dana  perbaikan RP 5,5 Miliar.Jalur Tangkil - Dompol senilai Rp 2,8 Miliar, Jalur Mipitan -Karang Nongko  senilai Rp  2,2 Miliar,
dan di jalur desa  Balerante senilai Rp 700 Juta lebih.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto mengungkapkan, BPBD akan mengumpulkan pihak pihak terkait seperti, Dinas Perhubungan, Kepolisian, Perangkat desa dan semua pihak yang berkepentingan terhadap jalur evakusi ini,untuk membuat kesepakatan agar saling menjaga jalur tersebut agar awet dan tahan lama.

Di antaranya untuk membuat komitmen jalur evakuasi tidak boleh di lewati truk truk yang melebihi tonase agar tidak mudah rusak. Pihaknya berharap semua pihak menjaga jalur ini agar tidak rusak.Sehingga sewaktu waktu di gunakan untuk proses evakuasi pengungsi merapi jalur tersebut siap.

BPBD saat ini juga sedang menyusun protap evakuasi pengungsi merapi.Di harapkan jalur evakuasi dapat selesai secara cepat.Sri Winoto juga berharap masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan proyek tersebut."Laporkan jika ada penyimpangan dan penyelewengan" Foto : Rio

sumber : Pusdatin BPBD Klaten.

Magelang -- Pagi tadi pukul 07.00 WIB terjadi longsor di area pertambangan pasir di sungai Pabelan Kapuhan Sawangan Magelang. Ada 6 truk yang tertimbun longsoran, di lokasi kegiatan penambangan.penambangan dilakukan menggunakan bego alat berat ada di sebelah timur sisi selatan tebing sungai. Sementara tebing yang longsor ada disisi utara sungai lokasi truk antre muatan.

Walaupun area kegiatan bego menambang kurang lebih 100 meter dari lokasi longsor namun  getaran  mesin mampu memicu longsor tebing di sisi lain yang berjauhan,  demikian penjelasan dari aparat dan beberapa praktisi pertambangan yang ada di lokasi.

Adapun akibat longsoran ini 2 luka ringan Widi 60 thn dan istrinya rumi 50 thn yang berprofesi penambang manual serta 1 korban jiwa adalah sopir truk nopol H 1905 FV atas nama Sugiyono 45 thn warga Bergas Ungaran Semarang,  seputar pukul 10.45 WIB korban bisa dievakuasi oleh tim SAR dibantu oleh relawan yang tergabung pada tim BPBD seperti  Tagar,  Guruh,  Senkom Mitra Polri Rescue Magelang dan masyarakat sekitar.
Tim BPBD berkoordinasi dengan muspika Sawangan untuk mensterilisasi tempat terjadinya longsoran. Di kuatirkan nantinya ada potensi longsor susulan.edited Rio

Sumber : Edy Ermawan Senkom Rescue Magelang.

KLATEN -- Kegiatan yang terus menerus anggota Senkom Klaten dengan agenda agenda yang terjadwal mulai dari pertemuan rutin wilayah sampai dengan tugas tugas dari instansi pemerintah maupun swasta di laksanakan dengan sukses.

Sampai minggu ini sejumlah acara dari pagi sampai malam terus berjalan dari pagi anggota Senkom Klaten sudah merapat di Gondang Sari Juwiring mengikuti Bengawan Solo Festival.

Di siang hari di gelar pula acara silaturahim jumpa anggota dari beberapa wilayah dan kabupaten sekitar Klaten.Acara ini di selenggarakan di Warung apung Rowo Jombor Krakitan Bayat.

Acara yang baru pertama kali di adakan di Warung apung Bayat ini di ikuti antusias oleh peserta terbukti dengan semangat dan hadir sesuai yang di jadwalkan.

Hadir pula M Harun yang juga salah satu pengurus Senkom Propinsi Jawa Tengah dan juga anggota Senkom Kabupaten Karawang Hadi Tri Wijaya.

Ketua panitia kegiatan ini Khusnan Hudi Santoso mengucapkan terima kasih pada para peserta yang hadir dan juga pada para panitia yang telah membantu terlaksananya acara ini.

Dan juga Ketua Senkom Klaten Haris Afandi menambahkan bahwa acara ini merupakan ajang silaturahim dan sarana meningkatkan kerukunan kekompakan antar anggota.

Semoga acara ini nantinya akan menjadi agenda tahunan setelah hari raya atau sering di sebut syawalan imbuh Khusnan menutup sambutannya.(rio)

KLATEN -- Bengawan Solo Festival Expo yang di gelar di desa Gondang Sari Juwiring Klatem mulai tanggal 23 ~ 24 2014.Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hut RI.

Antusias warga yang sudah sejak pagi memadati area festival sebagian desa warga sekitar kali Bengawan Solo Juwiring dan daerah sekitar.

Dalam "Bengawan Solo Festival Expo" ini di perlombakan berbagai jenis perlombaan antara lain tarik tambang,panjat pinang dan lain lain.Dan juga musik kampung. pengobatan gratis,pembersihan kali,serta ruwatan kali bengawan.

Dalam kegiatan ini pula Senkom Mitra Polri Klaten juga ikut ambil bagian di Bengawan Solo Festival ini dengan bergabung dengan Polres, Kodim, Basarnas,Sar UNS,mahasiswa UNS, Pramuka, dan Dodik latpur.(rio)

JAKARTA -- Pada tanggal 21 Agustus 2014, Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa semua gugatan pasangan Capres Nomor urut 1 berkaitan dengan perselisihan rekapitulasi penghitungan suara secara nasional ditolak. Beberapa saat setelah Mahkamah Konstitusi menyampaikan keputusannya, pasangan Capres Nomor urut 1 melalui juru bicaranya telah menerima dan mengakui keputusan tersebut. Hal ini tentu sebuah pernyataan yang mahal harganya bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jiwa besar  dari pihak pasangan Prabowo Hatta dalam menerima keputusan dari Mahkamah Konstitusi telah menjadi sebuah pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia.
Pernyataan yang telah disampaikan oleh Juru bicara pasangan Capres nomor urut 1 dalam menyikapi keputusan MK yang final dan mengikat ini tidak hanya menciptakan suatu kondisi yang konstruktif terhadap proses hukum di Indonesia, mendukung terwujudnya kondisi keamanan yang kondusif, tetapi juga telah membangun sebuah karakter bangsa yang cinta akan kerukunan. Ini adalah sebuah kemenangan dari seluruh bangsa Indonesia untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Momentum ini telah menjadi catatan sejarah yang positif bagi bangsa ini melalui penerimaan dan pengakuan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi.
Bangsa Indonesia telah melawati suatu ujian melalui sebuah pesta demokrasi dalam memilih pemimpin negaranya. Walaupun mungkin dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut masih terdapat kekurangan, namun tujuan akhir yang lebih besar adalah membangun etika untuk berdemokrasi. Jiwa besar yang telah disampaikan oleh pihak pasangan Capres nomor urut 1 merupakan sebuah etika demokrasi yang luar biasa untuk mengakhiri adanya perbedaan dan memuluskan jalan menuju rekonsiliasi nasional.

Humas Mabes Polri

Saat ini adalah moment yang akan menjadi catatan dimasa yang akan datang tentang sejarah perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. Mungkin sebagian dari kita tidak begitu peduli dengan apa yang sedang terjadi saat ini, namun beberapa puluh tahun yang akan datang, semua yang telah kita lakukan dalam membangun negara ini akan menjadi sebuah catatan sejarah bahwa pada tahun 2014 telah terjadi sebuah peristiwa penting, yaitu sebuah proses pergantian pimpinan  melalui pemilihan umum dinegara yang jumlah penduduknya terbesar ke 4 (empat) di dunia. (http://finance.detik.com/read/2014/03/06/134053/2517461/4/negara-dengan-penduduk-terbanyak-di-dunia-ri-masuk-4-besar). Sebagaimana pelaksanaan pemilu pada 5 tahun atau 10 tahun yang lalu, kita tetap membicarakan tentang kelebihan dan kekurangannya. Orang – orang akan membicarakan tentang siapa saja para pelaku, siapa saja yang menjadi subjek dan objek dari peristiwa itu dan apa pengaruhnya terhadap peristiwa yang terjadi saat itu. Demikian pula dengan semua peristiwa yang terjadi di tahun 2014 ini, tentu tidak luput dari catatan generasi yang hidup beberapa puluh tahun yang akan datang. Kita tentu sependapat bahwa catatan yang kita tinggalkan untuk generasi penerus kita adalah catatan yang positif.
Bahwa proses pemilihan presiden dan wakil presiden dengan dua calon atau lebih telah menciptakan kelompok-kelompok pendukung yang berbeda. Tahun ini, Pilpres telah menghasilkan 2 (dua) pasangan calon yang tentunya juga menghasilkan 2 kelompok pendukung dengan idealisme yang berbeda. Kita patut bersyukur, berbagai isu yang dapat membangkitkan konflik mulai dari pelaksanaan kampanye, masa tenang, pelaksanaan pemungutan suara, sampai dengan rekapitulasi penghitungan suara secara nasional masih dapat terkendali dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Kondisi Ini merupakan salah satu bentuk ujian bagi keutuhan bangsa Indonesia serta untuk menaikan derajatnya dimata  bangsa – bangsa lain di dunia. Ketika kita berhasil melewati ujian tersebut, maka saat itulah kita menjadi negara yang sukses dalam membangun ketahanan bangsanya. Beberapa negara dibelahan dunia yang lain harus hidup dalam suasana konflik yang berdampak pada penderitaan yang berkepanjangan diiringi dengan korban jiwa dari pihak – pihak yang berkonflik. Karena mereka lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya dan mempertahankan egoisme dalam menyikapi perbedaan. Disaat itulah tampak bahwa bangsa tersebut tidak mampu menghadapi ujian terhadap konflik yang ada didalam masyarakatnya.
Tentu kita semua berharap bahwa hasil akhir dari ujian bangsa Indonesia melalui proses demokrasi adalah “Happy Ending”. Berbagai perbedaan  itu harus disikapi secara cerdas dan dewasa, yaitu ketika sema pihak mampu mengambil kesimpulan bahwa selain kepentingan kelompok yang harus diperjuangkan, ada kepentingan umum yang lebih besar harus dipertimbangkan.

Humas Mabes Polri