Select Menu

Favourite

NASIONAL

HARKITNAS 2015

HARKITNAS 2015

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO




Klaten – Sebanyak 26 Polwan angkatan 43/2014, mengikuti acara pembaretan dalam rangka pembinaan tradisi anggota Polri, Jumat (22/5).
Para Polwan itu menempuh jarak 25 kilometer, dari lapangan Koni, Karangnangka menuju Polres Klaten, dalam perjalanan para Polwan menerima pembinaan tradisi anggota Polri baik merayap, jungkir, lari hingga merayap di sungai maupun kubangan lumpur.

“Ya, mereka harus melaksanakan pembinaan tradisi anggota Polwan, semua itu untuk mempererat ikatan serta meningkatkan jiwa Korps mereka” terang Kasat Sabhara Polres Klaten AKP Suyadi yang memimpin jalannya pembaretan anggota Polwan Polres Klaten tersebut.

Acara yang dimulai dari pukul 06.00 wib tersebut diikuti juga oleh para instruktur Polwan Polres Klaten serta melibatkan para anggota Sabhara dan Dokkes Polres Klaten. Setelah berkotor-kotor dan berlumuran lumpur diseluruh badan, para anggota Polwan tersebut dimasukan ke mata air di wilayah Pluneng, selanjutnya mereka kembali melanjutkan long march menuju Polres Klaten.

Secara terpisah Kasubbag Humas Polres Klaten juga menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik serta kebersamaan, agar polwan-polwan itu selalu solid kepada kesatuan ataupun korpsnya.

Usai melaksanakan jalan jauh para Polwan yang tiba di Mapolres Klaten selanjutnya dilaksanakan upacara sederhana penerimaan baret dari Kasat Sabhara, “ Menjadi anggota Polri memerlukan kesamaptaan yang baik, karena tugas Polri memerlukan fisik yang prima, polwan-polwan ini telah membuktikannya” tutupnya, setelah memberikan ucapan selamat kepada para Polwan tersebut.(Erq)
Humas Polres Klaten








































Peringatan hari kebangkitan nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Pada tahun 2015 ini bertepatan dengan harkitnas yang ke 107. Sebuah usia yang tak lagi muda serta perjalanan panjang bangsa Indonesia untuk terus menjadi sebuah negera yang benar – benar merdeka baik secara moral dan spiritual. Hari kebangkitan nasional 2013 bertepatan dengan peringatan yang ke 105 yang telah memberikan inspirasi yang dalam untuk kemajuan dan rasa nasionalisme seluruh rakyat Indonesia.
BACA JUGA

>>>Sejarah Hari Kebangkitan Nasional<<<

Puisi Harkitnas 2015 (Puisi Hari Kebangkitan Nasional 2015)

Dan

>>>Tema Harkitnas 2015<<<

Dan

>>Download Logo Harkitnas 2015<<

Dan

>>Pidato Sambutan Menkominfo Upacara Harkitnas 2015<<


Tanggal 20 Mei 1908, berdirinya Boedi Oetomo, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Berikut ini Sejarah Singkat Budi Utomo:
Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah. Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya.
Politik ini jelas terlihat pada gambaran berikut:
Setelah menjajah selama 250 tahun tepatnya pada 1850 Belanda mulai memberikan anggaran untuk anak-anak Indonesia, itupun sangat kecil. Pendidikan yang disediakan tidak banyak, bahkan proses pembelajaran tersebut hanya dilakukan untuk menciptakan tenaga yang bisa baca tulis dan untuk keperluan perusahaan saja.
Keadaan tersebut membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mula-mula berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, sehingga dr. Wahidin Soedirohoesodo harus terjung ke lapangan dengan berceramah langsung.
Berikut ini Sejarah Berdirinya Budi Utomo:
Dengan R. Soetomo sebagai motor, timbul niat di kalangan pelajar STOVIA di Jakarta untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna menambah pesatnya usaha mengejar ketertinggalan bangsa.
Langkah pertama yang dilakukan Soetomo dan beberapa temannya ialah mengirimkan surat-surat untuk mencari hubungan dengan murid-murid di kota-kota lain di luar Jakarta, misalnya: Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.
Pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.
“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.
Semoga Informasi tentang Hari Kebangkitan Nasional tahun 2015, Tokoh – tokoh Berdirinya Budi Utomo dan Sejarah berdirinya gerakan budi Utomo bermanfaat untuk semua. 

Sumber Satu Data.
Klaten -- Belajar dari pengalaman letusan gunung merapi th 2010 yg mengakibatkan terjadinya pengungsian ratusan ribu jiwa dan tersebar di ratusan titik pengungsian,BPBD kab klt mulai merintis terwujudnya desa paseduluran dalam pengelolaan pengungsian erupsi merapi.  Meskipun pada saat ini telah disiapkan 3 shelter pengungsian, tetapi kapasitasnya sangat terbatas, sehingga tidak mungkin bisa menampung pengungsian yg jumlahnya sampai ratusan ribu jiwa. Untuk itu,BPBD Klaten mulai merintis adanya kerjasama antar desa dalam pengelolaan pengungsian dalam bentuk desa paseduluran antara 13 desa di lereng merapi dengan beberapa desa di sekitar shelter.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, BPBD terus berkoordinasi bersama dengan  desa-desa di lereng merapi dan desa desa yang siap menerima pengungsi manakala suatu saat terjadi pengungsian.
“ Secara prinsip semua kepala desa baik yang hendak mengungsi dan menerima pengungsi sepakat dan setuju,untuk mulai menata dan menerapkan konsep desa paseduluran jika sewaktu waktu harus dilakukan pengungsian",ujar Sri Winoto seusai rakor dengan kepala desa di kantor BPBD Klaten kamis pagi 5/7.
Sementara itu Hardono, perangkat desa Joho Prambanan mengaku siap Jika desa Joho di jadikan  tempat pengungsian warga lereng Merapi.Adapun desa Joho memiliki beberapa bangunan dan fasilitas umum yang bisa di gunakan untuk pengungsian. Pihaknya juga mempunyai lahan yang bisa di gunakan sebagai tempat evakuasi ternak milik pengungsi.
BPBD Klaten


Klaten – Mendukung terlaksananya program prioritas Kapolri dan program quick wins secara optimal dan efektif, Polres Klaten pagi ini, Rabu (29/4) menggelar apel satgas yang akan mengawaki dan melaksanakan program-program tersebut agar dapat terlaksana dengan baik di Polres Klaten.
Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo SIK, MH selaku pengambil apel dalam amanatnya menyampaikan Polres Klaten membentuk 7 satua tugas yang akan mendukung program Kapolri sesuai kompetensi tugasnya, ketujuh satuan itu yaitu : Satgas rawan kamtibmas, satgas brantas premanisme dan kejahatan jalanan, satgas basmi narkoba dan perjudian, Satgas berantas korupsi, Satgas sikat ilegal fishing, Satgas tumpas terorisme dan Satgas Polri bersih.

“ Saya perintahkan kepada seluruh anggota Polres Klaten untuk melaksanakan tugas dengan optimal dan penuh tanggung jawab, serta dilandasi komitmen moral yang tinggi” tegas Kapolres.
Kapolres juga menekankan untuk anggota Polres Klaten dapat bertindak tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Seusai apel, Satgas 1 dan 2 yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Priyo Utomo langsung menggelar patroli gabungan menyisir jalan di wilayah jalur utama Kabupaten Klaten.

Humas Polres Klaten


Cara seting frequensi kenwood th k20 non standar

Tekan  VFO

Tekan  ENT (#)   -   isi  RX
Tekan  F  -  Tekan  2  (TONE) pillih yang di inginkan (TONE/CTSS/DCS) sampai muncul ikon T, CT, DCS

Tekan 8 (T SEL) pilih tone sequel yang di inginkan putar rotari sampai ketemu contoh 107.2 
Tekan  F  -  Tekan   MR  -  kedip kedip
Putar cari  Channel
Tekan  MR
Tekan  ENT (#)  -   Isi  TX
Tekan  F  -  Tekan  MR
Tekan & Tahan PTT  bersamaan  Tekan MR


Adapun seting nama tekan 1 (MENU) putar rotari N Name tekan F putar rotari pilih huruf yang di inginkan kalau dah ketemu tekan F untuk pindah ke huruf selanjutnya sampai selesai klik ptt selesai.(rio)


Klaten – Menyambut HUT ke 69 Bayangkara, Polres Klaten mengadakan Bhayangkara Viar jelajah Merapi 2015 adventure series. Kegiatan itu dalam rangka kampanye kamtibmas serta makin mendekatkan polisi dan masyarakat.
“Pesertanya sekitar 600 an offroader dan komunitas penggemar sepeda motor trail, dari Jateng, DIY, Jatim dan Jabar” kata Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo, SIK, MH, Minggu (26/4). Bhayangkara Viar Jelajah Merapi 2015 ini merupakan even terbuka yang diikuti oleh pecinta trail dari segala merek sepeda motor. Semua bersinergi di bawah koordinasi Polres Bhayangkara Viar jelajah Merapi.
Penaggungjawab kegiatan, Budi Hartono mengemukakan, Bhayangkara Viar Jelajah Merapi 2015 merupakan seri pembuka dari Viar Indonesia Adventure Series, “Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Polres Klaten, Viar Motor Indonesia, Sinar Mas Jaya, CHR, dan Komunitas Trail se-Kabupaten Klaten, serta didukung oleh Kedaulatan Rakyat, Motorplus, dan detikcom sebagai media partner,” ujarnya.
Dengan Start dan finish di lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, para crosser menempuh jarak sekitar 70 km menyusuri hutan dan sungai dengan tingkat kesulitan bervariasi yangmana akan berhulu di Gunung Merapi.
Seperti diketahui lereng Gunung Merapi terkenal dengan jalur yang berbahaya. Sehingga para crosser dituntut menunjukkan skill untuk menaklukkan tanjakan berbukit hingga menerjang Kali Woro.“Even jelajah Merapi ini sebagai ajang silaturahmi para pecinta motor trail. Selain itu sekaligus untuk mempromosikan wisata keindahan alam Gunung Merapi,” ujar Kapolres Klaten, AKBP Langgeng Purnomo.
Sulitnya track yang dilalui memang terbukti memerlukan kemampuan dan penguasaan yang mumpuni, hal itu dapat dilihat dengan tumbangnya beberapa crosser yang mengikuti even tersebut, ada 4 crosser yang tidak dapat melanjutkan perjalanan karena jatuh, dari yang lecet dan patah tulang, namun kesemuanya dengan cepat mendapatkan perawatan dan mendapatkan penanganan dari medis.
Acara yang digelar sejak pukul 6 pagi tersebut juga nampak meriah dengan hiburan dan pembagian door prize, serta partisipasi masyarakat yang menyaksikan acara tersebut. (Eriqo/humas)
Humas Polres Klaten

Klaten -- Dalam rangka meningkatkan Sinergitas Senkom Mitra Polri Kecamatan Jogonalan dengan Muspika Kecamatan Jogonalan, pada hari minggu 26 April 2015 bertempat di Gedung aula Balai desa Wonoboyo Senkom Mitra Polri Kecamatan Jogonalan mengadakan Audiensi dengan Muspika Kecamatan Jogonalan dengan melibatkan semua anggota Senkom Mitra Polri di Wilayah 5/ Eks Kawedanan Gondang Winangun. Berkenan hadir pada kesempatan ini AKP Nurwadi selaku Kapolsek Jogonalan, Kapten Infantri Wudjito selaku Danramil 02/ Jogonalan, para Kepala Desa seKecamatan Jogonalan, Ketua Ormas Islam NU, Muhammadiyah, LDII, Ketua Paroki Gereja, Ketua Banser, Ketua Kokam, Ketua MTA, Perangkat desa dan beberapa tamu undangan yang lain

. Acara Audiensi ini dibuka dengan sambutan Supadi selaku Ketua Senkom Mitra polri kecamatan Jogonalan yang menuturkan bahwa Senkom Mitra Polri adalah kelompok Masyarakat yang berperan membantu menginformasikan dan membantu pengamanan lingkungan di sekitarnya atau dimana saja berada serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengamanan Swakarsa di lingkungan masing-masing. Selanjutnya Rusgiyanto selaku ketua Bidang litbang Senkom Mitra Polri kabupaten Klaten Sebelum memaparkan tentang Profil Senkom Mitra Polri, menyampaikan bahwa ada beberapa anggota Senkom Mitra Polri wilayah 5 yang tidak bisa hadir pada acara Audiensi ini dikarenakan ada kegiatan yang bersamaan bekerjasama dengan Satuan Binmas Polres Klaten yaitu memberikan Penyuluhan dan Pencegahan kekerasan seksual pada remaja yang dilaksanakan di 6 kecamatan yang dibuka langsung oleh Kapolres Klaten AKBP Langgeng Purnomo, S. Ik, MH.

Kemudian Rohmadi selaku bidang Diklat SAR Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten yang mewakili Ketua Senkom Kabupaten Klaten, dalam sambutanya menyampaikan bahwa Senkom Mitra Polri khususnya untuk Kabupaten Klaten sudah ada di 26 Kecamatan dengan anggota 600 personil yang mana juga sudah terbentuk Kepengurusan Kecamatan, Rohmadi menambahkan bahwa Anggota Senkom Mitra Polri siap membantu peran TNI dan Polri serta siap membantu Masyarakat di kabupaten Klaten termasuk dalam hal penanganan bencana bersama dengan BPBD Kabupaten Klaten dan Para Relawan yang lain.

Sebelum memberikan Sambutan/ arahan, AKP Nurwadi Selaku Kapolsek Jogonalan menyampaikan salam dari Kapolres Klaten kepada anggota Senkom Mitra Polri Wilayah 5 yang sedang mengikuti giat audiensi ini. Dalam kesempatanya juga, AKP Nurwadi mengucapkan terima kasih kepada Senkom Mitra Polri yang selalu berperan aktif membantu Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Kecamatan Jogonalan khususnya dan di wilayah kabupaten klaten pada umumnya. Sehubungan dengan maraknya tindak kriminal begal motor dan perampasan barang-barang berharga lainya, AKP Nurwadi menyatakan bahwa klaten cukup Kondusif sehingga warga Masyarakat Klaten dihimbau untuk bersikap tenang dan tidak terlalu cemas/ was-was yang dapat menganggu aktifitas keseharianya, namun demikian supaya tetap waspada dan hati-hati serta peka terhadap situasi disekitarnya. AKP Nurwadi juga menambahkan apabila memarkir kendaraan jangan sampai meninggalkan kunci dalam keadaan masih tergantung di di kendaraan. Berkaitan dengan maraknya kejahatan kekerasan atau pelecehan seksual, AKP Nurwadi meminta kepada para orang tua selalu mengawasi anak-anaknya untuk meminimalisir tindak kejahatan kekerasan seksual tersebut. Kemudian guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Klaten, AKP Nurwadi mengharapkan Senkom Mitra Polri bisa menjadi contoh untuk warga masyarakat dalam berkendara supaya tertib dalam berlalu lintas baik di jalan raya maupun di jalan-jalan alternatif. 

Sedangkan Kapten infantri Wudjito selaku Danramil Jogonalan yang baru berdinas 1,5 bulan di Koramil jogonalan menyampaikan terima Kasih kepada Senkom Mitra Polri yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturohim dengan Senkom Mitra Polri. Danramil yang pernah menjalani kenaikan pangkat 16 kali ini berharap tidak hanya sekali ini saja namun bisa berkelanjutan dalam berkomunikasi dan bekerjasama serta tidak hanya secara tertulis tetapi juga bekerjasama ketika di lapangan untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Ada 14 item Tugas TNI yang salah satunya adalah membantu pemerintah daerah dalam menjalankan program-program kerjanya. Kapten Infantri Wudjito juga merasa senang dan memberikan Apresiasi kepada Senkom Mitra Polri yang telah ikut terlibat bersama dengan BPBD, TNI, POLRI dan para relawan dalam pencarian korban yang hanyut dan terbawa arus aliran sungai di Plawikan Jogonalan pada hari kamis 23 April 2015 kemarin. Selanjutnya Kapten Infantri Wudjito menitipkan pesan kepada Senkom Mitra Polri supaya waspada tentang faham ISIS dan juga faham baru yaitu GALFATAR ( Gerakan Fajar Nusantara ), Apabila ada warga yang akan mengadakan sosialisasi atau pertemuan-pertemuan lain yang berkaitan dengan 2 faham tersebut agar meminta pertimbangan terlebih dahulu kepada jajaran Muspika.(Rus)