Select Menu

Favourite

WPKS SOLO RAYA

POSKO SENKOM KLATEN BASEMENT JANU PUTRA PASARAYA KLATEN

NASIONAL

WPKS SOLO RAYA

WPKS SOLO RAYA

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO

Yogyakarta— Indonesia sebagai salah satu Negara anggota International Search And Rescue Advisory Group (INSARAG) Asia Pasifik menjadi tuan rumah dalam latihan SAR yang bertajuk "INSARAG Asia Pacific Regional Earthquake Response Exercise 2016". Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo, S.Sos. membuka secara resmi  kegiatan tersebut Senin (25/7/2016) di Ruang Nakula Sadewa Hotel Inna Garuda, Malioboro, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti peserta dari lembaga/instansi terkait nasional dan 24 negara anggota INSARAG Asia Pasifik.

Latihan SAR Kebencanaan INSARAG Asia Pasifik 2016 kali ini merupakan kali kedua diselenggarakan di Indonesia. Sebelumnya tahun 2012 dilaksanakan di Padang. Menurut Kabasarnas, pertimbangan dilaksanakannya kegiatan ini di Yogyakarta adalah karena Yogyakarta merupakan supermarket bencana dimana segala macam bencana ada di Yogyakarta, seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Momen ini juga sekaligus mengenang tragedi gempa bumi dan meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2006 yang merenggut ribuan nyawa dan merusak ratusan bangunan.

Kegiatan ini menurut Kabasarnas memiliki beberapa tujuan, diantaranya tujuan secara internal ia meinginginkan Basarnas menjadi institusi terdepan dalam tugas-tugas pencarian dan pertolongan maupun evakuasi, baik dalam konteks bencana maupun kecelakaan. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun kerjasama dengan institusi nasional serta internasional dan regional khususnya kawasan Asia Pasifik, serta membangun kapasitas Basarnas dengan berbagi informasi dengan INSARAG, khususnya yang menangani masalah Urban SAR.

”Saya ingin sharing, kemudian apa yang nantinya kurang dalam kapasitas dari Basarnas ini saya ingin meningkatkan untuk mencapai suatu preparedness atau kesiapsiagaan unsur-unsur Basarnas dalam melaksanakan tugas-tugas operasi SAR,” terangnya.

Secara eksternal, Indonesia dikatakannya tidak bisa tinggal diam jika terjadi suatu bencana kemanusiaan di Negara lain. “Ada peluang untuk kerjasama dalam konteks saling membantu bahwa kita betul-betul menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Basarnas selalu siap siaga membantu pemerintah daerah dalam penanganan musibah maupun bencana, memberikan jawaban atas harapan masyarakat akan keselamatan jiwa mereka.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY Gatot Saptadi yang mewakili Gubernur DIY menyambut baik dan berterima kasih karena Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan latihan SAR internasional tersebut. Menurutnya, banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini terutama untuk meningkatkan kapasitas berbagai komponen SAR dan relawan. “Kita tinggal di wilayah rawan bencana, kegiatan ini dapat menambah kewaspadaan dan kesiapsiagaan," imbuhnya.Kegiatan Latihan SAR Kebencanaan INSARAG Asia Pasifik 2016 dilaksanakan tanggal 25-29 Juli 2016 di dua tempat. Materi dan diskusi dilaksanakan di Hotel Inna Garuda, sedangkan simulasi dilaksanakan di Lapangan PT Gudang Garam, Jombor, Sleman. (tik) sumber basarnas


Salam komando dengan Kapolri

JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo resmi melantik Komjen Pol Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).  Acara pelantikan dilakukan di  Istana Negara, Jakarts, Rabu (20/7/2016) pagi.

Suhardi dilantik dengan Keputusan Presiden RI Nomor 70/TPA Tahun 2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan tinggi utama di lingkungan BNPT.

Sejumlah anggota Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga tampak sudah hadir. Di antaranya Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menkes Nila F Moeloek, Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan. Hadir juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hadir juga pimpinan MPR RI Zulkifli Hasan dan Oesman Sapta, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MA Hatta Ali, Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan serta Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.


Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menutup posko angkutan lebaran terpadu tahun 2016. Dia berterima kasih karena di 3 moda angkutan transportasi tidak terjadi kecelakaan."Sebelum ditutup, kepada semua instansi yang bertugas dan turut membantu ikut serta dalam posko angkutan lebaran yang telah bekerja keras saya ucapkan terimakasih karena telah mensukseskan angkutan lebaran 2016," kata Menhub dalam apelnya, di kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2016).Menhub berterima kasih kepada moda transportasi angkutan Laut, Udara dan Kereta Api karena tidak ada korban meninggal selama mudik lebaran. "Untuk moda angkutan laut, udara dan kereta api, selamat atas keberhasilannya selama 2 tahun terakhir tidak menimbulkan korban jiwa maupun kecelakaan selama pelaksanaan mudik," ujar dia.Meski begitu, Menhub tidak memungkiri masih ada kecelakaan yang terjadi di jalan raya dan mayoritas kecelakaan terjadi melibatkan kendaraan bermotor roda dua.Dia juga meminta agar sosialisasi mudik gratis bagi pengendara motor untuk ditingkatkan. "Dari data di posko pemantauan hingga H+7 masih 70 persen kecelakaan di jalan raya melibatkan kendaraan bermotor khususnya roda dua. Hal ini bukan berarti tidak bisa dikurangi dengan memberikan pelayanan transportasi yang baik, tapi masih banyak ruang luas untuk kita memperbaiki diri khususnya di program pemerintah untuk mudik gratis bagi pengendara motor," ungkap Menhub."Tahun ini 30 ribu kuota motor yang kami berikan untuk mudik gratis pengguna motor tidak seluruhnya habis, bahkan kurang dari 80 persen lebih dan ini menjadi refleksi sosialisai untuk pemberian pemahaman kepada masyarakat guna memanfaatkan mudik gratis," imbuhnya.sumber : detik.com


Kakorlantas pantau arus mudik di Nagreg

Semarang - Selama arus mudik dan balik Lebaran tahun 2016 ini, tercatat jumlah kecelakaan menurun dibandingkan tahun 2015 lalu. Meski demikian, Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Agung Budi menganggap jumlahnya masih tinggi.Agung Budi, dari siang hingga sore tadi mengumpulkan Kapolres Pantura Jateng di Mapolrestabes Semarang untuk evaluasi operasi Ramadniya. Pihaknya ingin menanyakan langsung masalah selama arus mudik dan balik, terutama pada masa operasi Ramadniya 30 Juni hingga 15 Juli 2016."Saya ingin menanyakan langsung masalah kepada Kapolres di Pantura untuk bisa ambil langkah solusi," kata Agung di Mapolrestabes Semarang, Selasa (19/7/2016).Agung mengatakan secara nasional, kecelakaan lalu lintas menurun 6%, sedangkan kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia turun 19% dari 657 kejadian pada tahun 2015 menjadi sekitar 547 kejadian."Walau turun, masih prihatin karena masih tinggi," tandasnya.Dari kecelakaan yang menyebabkan meninggal dunia, lanjut Agung, mayoritas korbannya adalah pengendara motor. Agung berharap tahun depan banyak pemudik yang beralih ke transportasi umum, namun dengan didukung pemerintah daerah yang melengkapi fasilitas angkutan umum hingga pedesaan."Mayoritas 67% (korban) yang menggunakan sepeda motor. Bagaimana bisa kurangi (pengendara) motor tahun depan? Moda angkutan di Pemda juga ditingkatkan. Nanti mau tidak naik motor tapi di kampung tidak ada angkutan," terangnya.Sementara itu khusus di Jawa Tengah, jumlah total kecelakaan ada 694 kejadian, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 835 kejadian. Sedangkan korban meninggal ada 41 orang."Kalau yang di Kabupaten Batang (Bus Kramat Djati menabrak truk) hari Sabtu malam dimasukkan, korbannya jadi total 47. Tapi itu sesudah selesai operasi Ramadniya," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono.Terkait penanganan kepadatan kendaraan pada arus mudik tahun depan, Kakorlantas sudah berkoordinasi dan melakukan evaluasi bersama dengan kementerian. Salah satu jalan keluar yaitu membuat underpass di perlintasan kereta di Klonengang, Karangsawah, dan Prupuk."Underpass awal tahun ini dikerjakan. Bayangkan tiap 20 menit ada kereta lewat, itu penting," tegas Agung.Terkait tol, tahun depan pemudik bisa melintas lewat tol hingga Pemalang. Sedangkan sampai Semarang diprediksi sudah bisa dilewati secara fungsional walau belum rampung pengerjaan namun dengan syarat sarana prasarana sudah bisa memadai."Sampai Semarang fungsional bisa dilewati tapi tidak bayar. Kalau bisa dilewati harus dilengkapi sarana prasarana. Kalau tidak ada petunjuk jalan bisa celaka juga," pungkas Agung.sumber : detiknews.com


Rip curent pada tanda panah
Cara penyelamatan

Kawasan pantai masih jadi favorit untuk wisata. Ada ancaman yg muncul di pantai salah satunya RIP CURRENT.Rip Current merupakan arus yang gerakannya berarah tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini muncul berawal dari gelombang yang datang dari arah laut menuju pantai dan kembali ke arah laut. Arus ini sering terjadi di daerah sempit seperti di pantai yang terdapat endapan gosong pasir atau dermaga.

Rip Current bisa berbahaya karena dapat menyeret wisatawan ke tengah laut. Pantai yang sering muncul rip current di pantai selatan seperti di Pantai Parangtritis.
Kalau kita terseret arus ini, jangan dilawan sebab kita akan kehabisan tenaga. Segera mencoba keluar dari arus dengan berenang ke arah kiri atau ke arah kanan. Atau kita ikuti arus sampai kecepatan melemah baru berenang ke pantai. Jangan lupa juga minta tolong.


KLATEN–Masyarakat Klaten diminta memperhatikan pohon-pohon yang berpotensi tumbang atau lapuk atau ambruk.

Hal itu disampaikan Komandan Search And Rescue (SAR) Klaten Pandu Wirabangsa, mengingat potensi angin kencang saat mungkin terjadi pada peralihan musim atau pancaroba ini. Lisus berpotensi masih terjadi hingga dua pekan ke depan.

Menurutnya, potensi hempasan angin yang datang bersamaan dengan hujan hampir merata di wilayah Klaten yang memiliki 26 kecamatan itu. Oleh karenanya ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kejadian pohon tumbang.


Ia mengatakan, langkah yang bisa diambil oleh warga adalah dengan memangkas pokok pohon yang dapat mengancam rumah-rumah. Hal itu tentu saja memerhatikan usia dan fisik pohon.

Hal yang sama juga dikatakan oleh  (Plt) Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Sujarwo  yang mengatakan peralihan musim tahun ini menyebabkan  cuaca ekstrem ditandai dengan hujan disertai angin sulit ditebak. “Paling tidak sampai dua pekan ke depan, lisus masih harus diwaspadai,”ungkapnya, Senin (18/7/2016).Sumber : joglosemar.co


Jakarta -- Jendral Pol Tito Karnavian resmi di lantik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Jendral Bradotin Haiti di Istana Negara rabu,13 juli 2016.

Kapolri Tito Karnavian mendapat dua pesan dari Presiden Joko Widodo. Pertama, menjaga persatuan, kekompakan, soliditas internal polri sebagai fondasi yang kokoh dan kuat dalam menjalankan tugas yang diberikan negara. Kedua, melakukan reformasi polri secara menyeluruh dan konsisten.

Segenap Pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten mengucapkan " Selamat dan Sukses atas di lantiknya Jendral Tito Karnavian sebagai Kapolri ". Sumber Foto : biro pers Istana Negara