Select Menu

Favourite

DIRGAHAYU TNI KE 70

NASIONAL

HUT TNI KE 70

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO

JAKARTA | Operasi Patuh "Terpusat" 2016 akan digelar oleh Kepolisian Republik Indonesia yang akan dimulai pada hari Senin tgl 16 Mei s/d 29 Mei 2016 (14 hari) secara serentak di seluruh Indonesia.

Tujuan pertama Operasi Patuh Jaya 2016 ini adalah memperlancar arus lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan, Tujuan keduanya pun menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Untuk pengendara sepeda motor, kesalahan-kesalahan yang akan dikenai tilang di antaranya Kelengkapan Surat Surat Kendaraan, pengendara melawan arus, pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, pembonceng tidak pakai helm atau dua-duanya, motor harus lajur kiri (apabila ada lajur kanalisasi) dan harus nyala lampu besar di siang hari, melanggar lampu merah, melanggar marka jalan dan garis setop, dan naik motor lebih dari dua orang. Sementara, untuk pengendara mobil ada enam sasaran, yakni pelat nomor tidak sesuai spectec/aslinya, tempel logo/simbul pada pelat nomor, pakai rotator/sirene pada mobil pribadi, tidak pakai sabuk pengaman, melanggar lampu merah, serta melanggar marka jalan dan garis setop.

Dalam Operasi Simpatik lalu Kepolisian RI hanya menegur, sekarang Kepolisian RI melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.

Bahwa Operasi Patuh melibatkan beberapa pemangku kepentingan, yaitu Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, PM, dan Garnisun. TNI, Garnisun, dan PM menindak kendaraan yang memakai atribut TNI sedangkan Dishub menindak angkutan umum dan angkutan barang. Untuk angkutan umum yang dikenai tilang, di antaranya naik turun penumpang tidak pada tempatnya, mobil pelat hitam dipakai ompreng/angkutan umum, melanggar letter “P”, melanggar letter “S”, dan melanggar lampu merah.

Operasi Patuh akan digelar dua sampai tiga kali sehari, tergantung kondisi dan perkembangan situasi di lapangan.

Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan Sebagai Kebutuhan

Telegram.me/turnbackcrime

Karang anyar | Guna meningkatkan kapasitas dan kinerja anggota Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar pengurus Kabupaten menggelar acara workshop peningkatan kapasitas dan kinerja Senkom Mitra Polri yang di ikuti 660 personil pada kamis 12 mei 2016.

Workshop dan pembaretan Senkom ini di buka secara langsung oleh Bupati Karanganyar H.Yuliatmono dan juga wakil bupati.Hadir pula pembina Senkom Mitra Polri H Sugeng dan ketua Senkom Jawa Tengah H Umar Sahid serta ketua dan sekretaris Senkom Se Solo Raya.

Saya sangat senang dan merasa bangga dengan kegiatan yang di adakan dengan jumlah peserta hampir 700 ini  merupakan kekuatan yang luar biasa dalam menjaga kamtibmas di Karanganyar agar tercipta suasana kondusif aman,serta saya berharap peran serta Senkom di masyarakat semakin meningkat ungkap Yuliatmono dalam sambutannya.

Hal senada juga di sampaikan Kapolres Karanganyar bahwa dengan jumlah yang banyak personil Senkom ketimbang anggota Polres,Kapolres mengharapkan pada anggota Senkom suatu kerja sama dalam menjaga kamtibmas di lingkungan masing masing dan menjadi kepanjang tangan kepolisian dalam memberikan informasi kamtibmas .Kapolres mengucapkan terima kasih dengan adanya Senkom tugas kepolisian sangat terbantu.

Bupati Karanganyar dan Wakil juga di dinobatkan menjadi anggota kehormatan  Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar,H.Yuliatmono juga memberikan bantuan uang operasional kepada Senkom agar dalam melaksanakan setiap tugas di masyarakat berjalan denga baik mengingat kiprahnya yang sangat luar biasa di setiap event selalu ada ungkap Wiyoto peserta workshop yang kami hubungi lewat media setelah selesai kegiatan workshop dan pembaretan.(Ryo)

SURAKARTA | Guna meningkatkan kapasitas dan kinerja pengurus Senkom Mitra Polri di Solo Raya,Koordinator Daerah Solo Raya akan menggelar Workshop pada 30 sd 31 mei 2016 di aula Korem 074 Warastratama Surakarta.

Workshop peningkatan kapasitas dan kinerja Senkom Mitra Polri ini direncanakan akan di ikuti 500 Personil dari semua ketua Senkom Kecamatan dan pengurus Senkom Kabupaten dan Kota di Eks Karesidenan Surakarta.

Ketua Panitia workshop Maksum Lutfiantoro di sela sela koordinasi dengan Korem 074 Warastratama Surakarta menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut program dari pusat tentang peningkatan kualitas kinerja Senkom dan pemberatan.

Workshop Peningkatan Kapasitas Kinerja Senkom Mitra Polri di rencanakan 2 hari dengan materi TNI,Polri,Kesbangpol,BPBD dan BNN serta di hari ke 2 di adakan long march sepanjang 14 km yang finishnya di Makorem Warastratama 074 Surakarta.

Adapun long march ini merupakan bentuk pelatihan fisik bagi para peserta workshop dan menjadikan bukti untuk mendapatkan baret pun dengan usaha yang keras dan mempunyai arti yang khusus tidak semua bisa menggunakan ataupun mempunyai ungkapnya.

Di sisi lain wakil sekretaris propinsi Senkom Mitra Polri Jawa Tengah Eko Affandi setelah melaporkan hasil diklat nasional bela negara di Jakarta di Polda Jawa Tengah mengatakan bahwa pihak  Polda Jawa Tengah juga siap memberi materi di Workshop Senkom di Surakarta & Pekalongan.(Ryo)

Surakarta | Dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas pengurus Senkom Mitra Polri se Solo Raya pengurus koordinator daerah Solo Raya akan menggelar workshop peningkatan kapasitas Senkom Mitra Polri pada 30 - 31 di Makorem 074 Warastratama Surakarta.

Dalam mempersiapkan workshop tersebut  pada hari Rabu, 11 mei 2016 sebanyak 11 personil senkom yang tergabung dalam kepanitiaan workshop peningkatan kapasitas kinerja Senkom Solo Raya bersama dengan jajaran korem 074 Warastratama mengadakan koordinasi ,yang diterima oleh  Pihak Korem di wakili seksi teritorial korem Letkol. Inf Eko dan Mayor Thahar serta Kajas korem Kapten Purwanto.

Dalam koordinasi tersebut Senkom meminta ijin untuk mengadakan workshop aula di Makorem 074 Warastratama Surakarta pada tanggal 30 sd 31 mei 2016.Adapun Danrem 074 Warastratama melalui seksi teritorial Mayor Thahar mengatakan bahwa kegiatan workshop yang akan diselenggarakan tersebut akan di dukung sepenuhnya oleh pihak Korem.

Lebih lanjut pihak Korem mengajak para panitia untuk cek kelengkapan dan fasilitas yang nantinya di pergunakan dalam workshop tersebut mulai dari ruangan ,sound system sampai dengan toilet,Sedangkan dari panitia WPKS Maksum mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah komplit dan berharap semua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

Maksum juga menambahkan kegiatan workshop yang akan di ikuti sekitar 500 personil dari 6 kabupaten dan 1 kota madya di harapkan bisa hadir maksimal mengingat lengkapnya fasilitas yang ada di Makorem ,adapun pihak Korem 074 Warastratama Surakarta nantinya juga akan ikut mengisi materi dan memberikan arahan di kegiatan workshop tersebut tandasnya.(editor Ryo) foto darsono

KLATEN | Puluhan gunungan berisi hasil panen akan diarak warga talun kemalang sebagai rangkaian kegiatan memetri embung Talun di desa Talun Kecamatan Kemalang.Memetri embung ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa Talun kemalang,untuk menjaga keberadaan embung yang sangat vital bagi warga.

Memetri embung Tambak Sari Desa Talun menurut rencana akan diadakan jumat pertama di bulan syakban atau jumat 13 mei 2016 sehabis jumatan.Kirab gunungan akan dimulai Dari dusun Plosokereb menuju embung Tambak Sari yang terletak di utara balai Desa Talun Kemalang dengan jarak kurang lebih 1000 meter.

Menurut Nanang jatmiko , tokoh pemuda Talun mengatakan kirab gunungan ini juga akan dimeriahkan kelompok kesenian ketoprak,jatilan dan juga kelompok tani, ibu ibu pkk siaga bencana,siswa sekolah.

Setelah kirab gunungan,prosesi memerti embung  dilanjutkan dengan kenduri ratusan warga dengan dipimpin tokoh agama sekitar. Acara dilanjutkan dengan acara larung oleh pemangku adat.

Pihak panitia juga mengundang Bupati Klaten,Kepala sekolah sungai dan beberapa pejabat skpd terkait.panitia juga berencana mengadakan penanaman pohon secara simbolis disekitar embung.

Sementara itu menurut
Camat Kemalang,Priharsanto,pihaknya mendukung upaya upaya yang dilakukan warga untuk menjaga embung.Karena keberadaan embung di Kemalang sangat vital karena daerahnya tiap tahunnya selalu mengalami kekeringan.

KLATEN | Sebanyak 3 Ribu relawan dari berbagai unsur meliputi TNI, POLRI, Senkom, Banser, Kokam, BPBD, Pemerintah Kecamatan, Pemkab Klaten, Pelajar dan warga sekitar melakukan gerakan bersih-bersih di sungai Ujung yangmemiliki panjang lebih dari 4 km dan melintasi 4 Desa yakni Desa Kalitengah, Pandes, Gadungan Kecamatan Wedi dan di Desa Pakahan Kecamatan Jogonalan.Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Salwadi mengatakan, kegiatan bersih-bersih sungai tersebut merupakan dalam rangka memperingati hari bumi dan Masyarakat, pemerintah Kecamatan, pemerintah desa sudah membuat aturan yang berkaitan dengan pemanfaatan sungai."Desa telah membentuk beberapa Satgas terkait pengamanan sungai ini, jadi mereka mandiri dan dilaksanakan seluruh desa. khususnya di Kecamatan Wedi ini. Kita gayung bersambut dari Pemkab Klaten, karena dengan adanya gerakan ini, kita dapat mewujudkan sungai yang bersih, kemudian juga ada pemanfaatannya dan terpelihara lingkungannya, serta sebagai bentuk memperingati hari bumi juga," katanya, Minggu (24/4/2016).Sementara itu Ketua Sentra Komunikasi (Senkom) Klaten, yang juga Ketua Peringatan Hari Bumi, H.Heri Wibowo menjelaskan, pihaknya memilih sungai Ujung karena sepanjang aliran sungai banyak terdapat mata air."Pada sungai Ujung yang melintasi 4 Desa ini terdapat banyak mata air, sehingga aliran sungai dapat terjaga, kerusakan lingkungan belum begitu parah dan jumlah kelompok relawan di Kecamatan Wedi paling banyak di Klaten," tambahnya.Selain ribuan relawan bersih-bersih sungai dengan tema Kali Bersih Idamanku, juga dilakukan penebaran 15.000 bibit ikan nila dan melakukan penghijaun dengan menanam 5.000 bibit pohon di pinggir sungai Ujung diantaranya bibit pohon Asem, Trembesi dan Gayam, dan sampah-sampah yang didapatkan dari bersih-bersihsungai tersebut langsung diolah dengan mesin.(sumber)

Peringatan hari bumi bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet
Hari Bumi Sedunia merupakan hari pengamatan tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.

United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969. Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret. Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.

Di Indonesia, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pada dasarnya memang tidak terdapat perbedaan antara Hari Bumi Sedunia dengan Hari Lingkungan Sedunia. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.

Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi UN tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada 5 Juni 1972 di Stockholm.  Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diwakili oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas. Hari Lingkungan Hidup Sedunia dianggap lebih resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia. Tujuan dasar dari kedua peringatan hari besar tersebut adalah untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.

Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati para aktifis peduli lingkungan saja di seluruh dunia. Di sisi lain, peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis namun minim tindak lanjut secara nyata di lapangan. Berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Kerusakan lingkungan disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga. Kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup. Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini.

Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan atau tak lekang oleh waktu. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masayarakat umum. Selain itu, perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah meskipun berbagai upaya antisipasi dan pencegahan telah banyak dilakukan. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.