Select Menu

Favourite

NASIONAL

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SELAMAT BERPUASA

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

NASIONAL

RESCUE




PEMALANG -- Kerusakan jembatan Comal jalur selatan (arah Semarang-Jakarta) terlalu parah untuk diperbaiki secara darurat. Walhasil, untuk arus mudik Lebaran, hanya jembatan sisi utara (arah Jakarta-Semarang) yang akan dibuka. "Saya harap jembatan sisi utara bisa dibuka pada H-3 sebelum Lebaran," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat meninjau jembatan Comal di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, pada akhir pekan lalu.

Demi keselamatan para pemudik, Djoko mengatakan jembatan sisi utara dibuka hanya untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi. Sedangkan jembatan sisi selatan akan ditutup total untuk perbaikan secara permanen.Pelaksana Proyek Perbaikan Jembatan Comal Sukisno di Pemalang, Senin (21/7), mengatakan saat ini proses pembangunan pada bagian kiri jembatan memasuki penimbunan material pasir dan batu.

"Oleh karena itu, jika tidak ada halangan, kami rencanakan perbaikan Jembatan Comal sudah selesai pada Kamis (24/7) dan Jumat sudah bisa dilalui arus mudik Lebaran," katanya.


Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pemalang Ajun Komisaris Davis Busin mengatakan jalur-jalur alternatif di wilayah Pemalang hanya mampu dilewati kendaraan kecil. "Kendaraan berat seperti truk dan bus tetap dialihkan ke jalur selatan," ujarnya.
Untuk kendaraan berat yang memasuki Jawa Tengah dari arah barat (Jakarta dan Jawa Barat) akan diarahkan melalui jalur tengah di Brebes dan Tegal menuju jalur selatan di Purwokerto. Sedangkan kendaraan berat dari arah timur (Jawa Timur) langsung dialihkan ke jalur selatan dari Semarang.
Seperti diketahui, jembatan Comal ditutup total sejak Jumat dinihari pekan lalu. Sebab, amblesnya penghubung antara jalan dan jembatan di sisi barat sejak awal Juli lalu bertambah dalam. Hingga kini, perbaikan darurat dengan memasang gorong-gorong baja di jembatan sisi utara masih terus dikebut.

Humas Mabes Polri


SEMARANG - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah akan memantau arus lalu lintas saat mudik lebaran menggunakan helicam. Helicam ini nantinya akan dioperasikan menggunakan remote control dan bisa diterbangkan sejauh satu kilometer ke udara.
Total ada empat unit helicam nantinya yang digunakan kepolisian untuk memantau arus mudik lebaran.
"Kalau sudah macet total, nanti helicam ini akan dioperasikan untuk mencarikan jalur alternatif," ujar Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Istu Hari Winarto, Rabu (16/7/2014).
Helicame ini diklaim bisa bergerak ke atas maksimal satu kilometer serta 300 meter ke arah samping kiri, kanan, depan dan belakang.
Selain empat helicam, Dirlantas Polda Jateng juga mendapatkan bantuan.
Ditlantas Polda Jateng juga mendapat bantuan 175 sepeda motor dan tujuh mobil patroli dari Korlantas Mabes Polri.
Istu Hari mengatakan, bantuan ini nantinya akan diserahkan ke polresta dan polres se jajaran Polda Jateng untuk digunakan memantau arus mudik dan arus balik lebaran 2014.
"Adajuga tenda, jas hujan, dan peralatan lain. Semuanya di distribusikan ke Polresta dan Polres sesuai kondisi wilayah. Tujuh mobil ini nanti akan di distribusikan ke wilayah yang lebih prioritas," ujar Istu.
Sejumlah peralatan pendukung ini diharapkan bisa mendukung kinerja anggota di lapangan selama pemantauan arus mudik.
"Peralatan penunjang ini diharapkan memaksimalkan kinerja anggota di lapangan, jangan lupa dirawat baik baik," katanya


sumber tribunnews jateng
KLATEN — Dampak amblesnya Jembatan Comal di Kabupaten Pemalang yang merupakan bagian jalur Pantura membuat banyak kendaraan melintas di jalur selatan. Di Klaten, kenaikan jumlah kendaraan diperkirakan hingga 50 persen.

Berdasarkan pantauan di jalur By Pass Klaten, Senin (21/7/2014), dalam waktu satu jam, ada puluhan truk pembawa logistik kebutuhan sehari-hari dan truk gandeng yang berpelat nomor Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa Barat menuju ke Jawa Timur. Dari arah sebaliknya, juga banyak truk barang dari Jawa Timur yang menuju ke Jawa Barat.

Menurut Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, kepadatan lalu lintas dari arah Jakarta tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu. Jumlahnya pun semakin meningkat hingga saat mendekati Lebaran.


“Dampak amblesnya Jembatan Comal di Pemalang juga terlihat di Klaten sejak tiga hari lalu. Jalur pantura yang terputus karena rusaknya jembatan itu membuat kendaraan memilih jalur selatan. Tapi, pada H-4 atau empat hari sebelum Lebaran, truk dilarang melintas untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” katanya saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten sesuai apel siaga Operasi Ketupat Candi, Senin.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Klaten, Ipda Rizky Widyo Pratomo, menambahkan mayoritas truk dari Jakarta membawa kebutuhan pokok. Mayoritas, truk tersebut hendak ke Jawa Timur.

“Hasil pantauan kami sementara ini, kenaikan jumlah kendaraan terutama truk pembawa bahan makanan dari Jakarta mencapai 50 persen. Mayoritas hendak mengirim barang ke Jawa Timur. Truk tersebut merupakan limpahan kendaraan yang tidak bisa melintas di jalur pantura karena Jembatan Comal yang ambrol,” katanya kepada wartawan, Senin.

Di sisi lain, saat apel siaga Operasi Ketupat Candi, Kapolres Klaten berpesan kepada anggotanya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Operasi Ketupat Candi yang diadakan 22 Juli 2014 hingga 6 Agustus 2014 itu diharapkan bisa mengantisipasi jual beli petasan, aksi teror sehingga pelaksanaan Idul Fitri bisa berjalan dengan lancar.

“Kami harap, semua anggota siap untuk mengawasi dan mengamankan wilayah masing-masing saat Lebaran. Selain itu, juga disiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Juga pemenuhan kelengkapan rambu-rambu agar pengguna jalan bisa nyaman di perjalanan,” kata Nazirwan saat membacakan sambutan Kapolri, Komisaris Jenderal Sutarman.



Klaten -- Gelar pasuklan ' Operas Ketupat Candi 2014 ' yang di pusatkan di halaman Mapolres Klaten tanggal 21 juli 2014 yang di pimpim langsung sebagai Inspektur upacara Kapolres Klaten AKBP H.Nazirwan.Dalma gelar pasukan ini di imkuti oleh anggota Polrididukung dari berbagai intansi lain seperti Kodim, Brimob,Senkom Mitra Polri, PMI, Pramuka,Satkom Rapi,Orari dan sebagainya.



Personil ini nantinya akan bersiaga di Posko - posko pengamanan terpadu Lebaran, di antaranya di Prambanan, Jogonalan, simpang empat RS dr Soeradji Tirtonegoro, Stasiun Klaten, Plaza Matahari, Jonggrangan, dan Delanggu.Anggota yang diterjunkan juga akan membantu pengaturan lalulintas di sepanjang jalur mudik yang ada di Klaten. Hal tersebut dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan balik lebaran. “Tugas anggota di lapangan adalah mengatur jalannya lalu lintas dan menekan terjadinya kasus kecelakaan selama mudik dan balik Lebaran ini,adapun target pengamanan Lebaran tahun ini adalah menurunkan angka Lakalantas, dan angka kriminalitas seperti pencurian, Curat dan Curas serta mencegah aksi anarkis terkait hasil pilpres 2014 yang di umumkan tanggal 22 juli 2014 nanti..

“Personel Pospam ini akan disiagakan sebagai pagar betis di sepanjang jalur Jogja-Solo, mulai dari Prambanan hingga Wonosari,” ungkap Kapolres Klaten. Untuk menekan angka kecelakaan, Nazirwan mengimbau pengemudi memanfaatkan Pospam untuk istirahat bila kecapekan. Menurutnya, sejumlah Pospam sudah ada fasilitas rest area, bengkel, makanan, minuman, pengobatan, pijat refleksi, dan lain-lain. “Jika capek jangan dipaksakan, karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Silahkan bagi pemudik untuk memanfaatkan Pospam yang ada. Karena di sebagian titik juga disediakan fasilitas rest area,” himbaunya.

"Mulai hari ini operasi ketupat candi sudah siaga hingga H+7," kata Kapolres Klaten AKBP H. Nazirwan Adji Wibowo SIK, Msi di Mapolres Klaten (21/7/2014).
Ia menjelaskan, sekitar 800 personil Polri disiapkan di wilayah Kabupaten Klaten. Ada 6 lokasi pos pengamanan dan 1 pos pelayanan. sudah siap melayanai Masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman.
edited :Rio  foto: Humas Polres Klaten

JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali membuka posko angkutan lebaran tahun 2014. Pos koordinasi yang dibuka di kantor Kementerian Perhubungan mempunyai tujuan yang sama dari setiap tahun, memantau arus mudik dari darat, laut, kereta, dan udara.
"Penyelenggaran posko angkutan lebaran ini lumrah dilakukan setiap tahunnya," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan, membuka posko angkutan lebaran 2014 di kantor Kementerian Perhubungan, Senin (21/7/2014).
Mangindaan memaparkan seiring perkembengan arus mudik dari tahun ke tahun, terjadi penumpukan. Pasalnya sarana dan pra-sarana yang ada tidak memenuhi kebutuhan mobilitas yang muncul dalam waktu singkat.
"Penumpukan terjadi dalam waktu sesaat dengan jumlah yang sangat luar biasa," ungkap Mangindaan.
Apel siaga pagi ini melibatkan segenap unsur Kemenhub, Kepolisiaan, Dinas Perhubungan, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum Damri, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelni, PT Pelindo II, PT Angkasa Pursa I, PT Angkasa Pura II, PT KAI, PT Jasa Marga, Jasa Raharja, RAPI, ORARI, Senko Mitra Polri, Gaikindo / AISI, Media Massa dan merupakan instasi terkait lainnya.


Kementerian Perhubungan meminta aparat yang menjaga keamanan mudik lebaran dan memperhatikan potensi gangguan lalu lintas saat para pemudik mulai pulang kampung.
Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan menilai, ada permasalahan yang harus diperhatikan karena berpotensi menjadi penghambat kelancaran arus lintas pada mudik lebaran. Potensi gangguan lalu lintas itu antara lain, pasar tumpah, lokasi wisata atau perlintasan sebidang jalan dan jalan rel di jalur utama dan jalur alternatif.
Dia meminta aparat melakukan perhatian terhadap penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi yang rawan kecelakaan, pengaturan dan pengawasan kegiatan mudik angkutan laut dan ASDP, sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran bagi penumpang dan kapal Roro, terutama di pelabuhan-pelabuhan yang rawan kelebihan muatan.
Dia meminta semua aparat yang berada di posko terpadu ataupun di lapangan siap untuk mengambil langkah-langkah antisipasi jika terjadi gangguan kelancaran lalu lintas mudik.
"Kepada aparat petugas di lapangan, saya meminta agar dapat melaksanakan tugas dengan baik," kata dia saat apel siaga dan pembukaan posko tingkat nasional angkutan lebaran terpadu 2014, Senin (21/7).
Dia menyebut, salah satu tujuan dibentuknya Posko Tingkat Nasional Lebaran Tahun 2014 bertujuan untuk melakukan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan lebaran terpadu, serta memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait serta pihak-pihak di luar pemerintah, seperti asosiasi dan lembaga masyarakat.
Melalui posko terpadu tersebut, dia mengharapkan, permasalahan dan kendala yang sering muncul di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluar, sehingga angkutan lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, lancar, aman dan selamat. [*]
Pemalang -- Dini hari tadi sekitar pukul 02.20 jembatan di Comal Pemalang amblas. Menjelang datangnya puncak arus mudik lebaran tahun ini, jalur pantura kembali mendapat hambatan. saat ini lalu lintas dari arah Jakarta - Pekalongan tidak dapat melintasi Pemalang, dan harus mengambil arah ke selatan, begitu pun arah sebaliknya. Beberapa hari lalu jembatan di Comal Pemalang ini memang sudah mengalami amblas 20cm, namun masih dapat dilalui kendaraan. Direktora Bina Marga bersama Kepolisian Resor Pemalang saat ini sudah berada dilokasi. Kepolisian resor Pemalang dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan menunjukkan jalur alternatif lain menuju Pekalongan. Saat ini jalur alternatif yang hanya bisa dilalui dari arah Jakarta melewati Ujung Gede ke arah selatan melewati Mapolsek Bodeh dan di pertigaan mengambil arah kiri.Sedangkan dari arah Pekalongan pertigaan Comal Blandong mengambil arah selatan sampai Mapolsek Bodeh lalu mengambil arah Kanan dan mengikuti petunjuk arah Jakarta.humas mabes polri