Select Menu

Favourite

HUT KLATEN

HUT KLATEN

NASIONAL

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 69

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 69

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SELAMAT IDUL FITRI

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

RESCUE







KLATEN -- Sekitar pukul 14.30 WIB, iring-iringan masyarakat yang mengikuti sedekah bumi mulai tampak. Peserta gelar budaya berjalan kaki sekitar 2 Kilometer (Km) dari Dusun Barukan, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo menuju pertigaan jalan di dekat kantor Kecamatan Manisrenggo.
Rombongan pertama dimeriahkan dengan berbagai macam pertunjukan dari peserta didik SDN Kranggan, MI Kranggan, SMK Tunggal Cipta dan beberapa sekolah lainnya. Pertunjukan dipusatkan di pertigaan jalan itu di dekat kantor Kecamatan Manisrenggo seperti drum band, paskibraka, pramuka, jatilan, tari tari.
UPTD Puskesmas Manisrenggo juga menunjukkan aksinya dengan mengkampanyekan informasi seputar dunia kesehatan. Tak ketinggalan belasan anggota Kodim 0273 Klaten juga ikut memeriahkan gelar budaya tersebut.
Sementara ribuan masyarakat yang antusias melihat acara ini semakin merangsek ke badan jalan ,sedangkan untuk pigak keamanan yang di back up dari Koramil Manisrenggo Polsek dan pihak lain diantara Senkom Mitra Polri yang secara khusus di undang oleh bapak camat untuk membantu kelancaran dan keamanan gelar budaya ini.
Anggota Senkom yang bertugas pada saat itu mengungkapkan perlu kewaspadaan ekstra karena dalam gelar budaya ini di meriahkan juga oleh iring iringan 70 gerobak sapi yang gemuk dan kekar di harapkan penonto tidak terlalu dekat.Acara yang berlangsung meriah dan lancar ini membuat panitia dan pihak keamanan mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah tertib dalam menyaksikan gelar budaya dan sedekah bumi loh jinawi ini dan harapakan acara ini di tahun depan semakin meriah.ungkap Camat Manisrenggo di akhir acara.(Rio)
















KLATEN -Kamis, 28 Agustus 2014 BPBD kabupaten Klaten menggelar sosilisasi peraturan undang undang bertempat di gedung Dharma Wanita Klaten
diikuti oleh kelompok relawan.diantara Senkom mitra polri Klaten Rescue.Induk Balerante Turahan awu ,relawan tegal mulyo.ASB, dll juga SKPD terkait, TNI, dari perwakilan beberapa sekolah/pengajar
Dengan narasumber dari Bpbd Kabupaten Klaten , Sar Kabupaten Klaten dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten .(rio)

Foto BPBD klaten





KUDUS -- Senkom Kabupaten Kudus mendapat kehormatan di kunjungi oleh jajaran Ditbinmas Polda Jawa Tengah 28/8 2014 .Hadir di sekretariat Senkom Mitra Polri Kabupaten Kudus AKBP Desak Putu Menuh .SIK selaku Kasubdit Kerma Binmas Polda Jawa Tengah beserta jajarannya. Turut mendampingi Kasat Binmas  Pores Kudus dan pengurus provinsi Senkom Mitr Polri Jawa Tengah Ketua  HM Sahid.SE.MM dan Afin .

Turut hadir pula ketua Senkom Kabupaten sekorwil Pati diantaranya Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang. Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan .adapun Sekretariat senkom yang sudah di kunjungi oleh Ditbimas Polda Jawa Tengah diantaranya Wonosobo ,Grobogan dan Kudus .Ini menjadi Agenda rutin dari Ditbinmas Polda Jawa Tengah untuk memberikan arahan kepada semua jajaran Senkom di seluruh kabupaten kota di propinsi Jawa Tengah ini.( Rio )


KLATEN -- Jalan dan jembatan di jalur utama Kabupaten Klaten terancam jebol menyusul banyaknya kendaraan angkutan berat yang masuk pascadirehabnya Jembatan Comal di Kabupaten Pemalang. Beberapa titik mulai terlihat retak dan miring di Jl Lingkar Utara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Ir Tajudin Akbar mengatakan dampak kerusakan Jembatan Comal di jalur Pantura sudah dirasakan. '' Padahal rehab Jembatan Comal masih sekitar empat bulan lagi selesai,'' ungkapnya, Sabtu (23/8).
Dalam waktu empat bulan, dampak itu akan semakin terasa. Sebab kelas jalan yang dikelola kabupaten rata-rata hanya III C. Sementara kendaraan yang melintas tonasenya besar mencapai lebih dari lima ton. Belum lagi truk pengangkut pasir yang mayoritas melebihi jenis berat beban diizinkan (JBI).
Kerusakan mulai dapat dilihat di Jl Lingkar Kota Delanggu meski baru sebulan direhab sudah jebol. Penambahan jumlah kendaraan berat itu menyebabkan ruas Jl Lingkar Selatan padat. Jika padat, kendaraan berat di bawah dua sumbu dan truk pasir masuk ke Jl Lingkar Utara.
Untuk itu, DPU secepatnya akan memeriksa kondisi jalan dan jembatan guna mengetahui tingkat kemampuannya. Selain mengecek jalan Pemkab, DPU terus mengecek jalan dan jembatan di jalur nasional Jl Yogya-Solo. Sebab di jalur nasional itu ada beberapa jembatan utama mulai Kecamatan Prambanan sampai Wonosari.
Rekayasa Arus
Hasil pengecekan, lanjut Tajudin, dilaporkan ke Pemprov Jateng. Kasat Lantas Polres Klaten AKP Imam Zamroni mengatakan dengan peningkatan jumlah kendaraan berat yang masuk maka rekayasa lalu-lintas dilakukan.
Jika Jl Lingkar Selatan padat, truk dan bus atau dua sumbu dialihkan ke lingkar utara. ''Namun tidak setiap waktu sebab mengingat kemampuan jalan dan jembatan,'' katanya.
Untuk menjaga jalan kabupaten agar aman, kendaraan lebih dua sumbu baik truk gandeng dan kontainer tetap dilewatkan jalur nasional di Jl Lingkar Selatan. Namun langkah itu kadang terkendala sebab Jl Lingkar Selatan ada dua titik lintasan rel kereta api yang setiap 10 menit ada KA melintas.
Dampaknya, mau tidak mau untuk mencegah macet di depan RSUP, kendaraan di bawah dua sumbu termasuk truk pasir dilewatkan Jl Lingkar Utara.

SUARAMERDEKA.COM

KLATEN - Klaten termasuk salah satu kabupaten yang paling rawan bencana se-Jateng, baik angin ribut, gunung meletus, gempa bumi, banjir dan tanah longsor. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) agar siaga 24 jam.
"Di Klaten sering terjadi angin ribut, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan ancaman gunung Merapi. Untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana, TRC BPBD akan disiagakan 24 jam tanpa mengenal hari libur," kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, Senin (25/8).
Kemarin, sebanyak 50 personil TRC, personil Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten diberikan pelatihan penanganan kedaruratan dan pemantapan di Gedung Wanita, Jalan Mayor Kusmanto, Klaten Tengah. Angota TRC terdiri atas berbagai unsur relawan, yakni SAR, RAPI, Senkom, Orari, dan elemen lainnya.
"TRC butuh kecepatan dalam melaksanakan tugasnya, karena bila terjadi bencana maka mereka yang pertama terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan. Untuk itu, anggota TRC harus sudah dibekali kemampuan penanganan kedaruratan, evakuasi, pendataan dan ketrampilan penunjang lainnya," tegas Sri Winoto.
Personil yang akan bertugas TRC sudah disediakan sarana dan prasarana baru, seperti dibangunnya ruangan untuk TRC di komplek kantor BPBD Klaten. Berbagai peralatan pendukung juga sudah disiapkan, seperti sepeda motor dan peralatan evakuasi, agar bisa dibutuhkan sudah tersedia.
Ruang TRC yang mudah diakses dari jalan raya, dibangun dengan dilengkapi sarana komunikasi berupa handy talky (HT), komputer dan pelengkapan lainnya. Ruangan tersebut juga akan difungsikan sebagai sekretariat bersama antara relawan SAR dan relawan elemen kebencanaan lainnya.
BPBD sudah menunjukkan Sasongko Agung Wibowo sebagai Ketua TRC BPBD Klaten. Pelatihan hari pertama diisi dengan teori yang disampaikan dalam ruangan. Pada hari kedua, personil TRC akan diajarkan untuk melakukan pendataan kerugian akibat bencana dan pendataan korban.

DARI TRADITIONAL POLICING KE COMMUNITY POLICING

Guna mewujudkan  Rencana Strategi Polri, maka strategi yang digunakan adalah Perpolisian Masyarakat atau Community Policing. Merupakan program optimalisasi bhabinkamtibmas dalam bentuk sistem pencegahan kejahatan di pemukiman dan komplek perumahan. Hal ini juga merupakan satu bentuk aktualisasi dari strategi polmas tersebut.

Pencegahan kejahatan merupakan dimensi pemolisian yang sedang berkembang saat ini di beberapa negara. Orientasi tugas polisi sudah bergeser  dari Traditional Policing ke arah Community Policing dengan berbagai macam bentuknya. Dalam mengurangi angka kejahatan, polisi tidak lagi menggunakan pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional ini seperti dengan hanya meningkatkan jumlah polisi yang turun ke lapangan, menghadirkan patroli dalam frekuensi yang tinggi dan melakukan penegakan hukum secara masif. Namun, kini polisi dituntut untuk menyelesaikan akar persoalan kejahatan itu sendiri.

Foto : Rio

Div Humas Mabes Polri

KLATEN -- Setelah sempat tertunda beberapa saat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klaten memastikan jalur evakuasi merapi sudah bisa di mulai.

Saat ini pemenang kontrak sudah ada dan pihak BPBD juga sudah  mengecek kesiapan pelaksanaan proyek tersebut.Dan pekan depan atau awal september proyek perbaikan jalur evakuasi pengungsi merapi di mulai.

Tahap awal ini akan di laksanakan di tiga jalur evakuasi yakni jalur barat pada ruas jalur desa Balerante Kemalang.DI jalur timur pada ruas jalur Karang nongko.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Klaten, Sri Purwanto, mengungkapkan dana yang di gunakan untuk melakukan proyek jalur evakuasi total 30 milyar. Bersumber dari ABPN melalui bantuan bantuan yang totalnya 47 milyar

Ada 9 ruas jalan jalur evakuasi yang akan di perbaiki terdiri dari jalur Pasar Kembang -Jatijareg senilai Rp 5,3 Miliar, Jalur Jiwan -Jatijareg senilai Rp 2,7 Miliar, Jalur dari Surowono -Jatijareg senilai Rp 3,4 Miliar, Jalur dari Butuh -Balerante senilai RP 4,4 Miliar, Jalur dari Kepurun - Butuh senilai RP 2,7 Miliar.

Ada juga jalur evakuasi ruas Dompol -Kali Wuluh -Pesanggrahan dengan dana  perbaikan RP 5,5 Miliar.Jalur Tangkil - Dompol senilai Rp 2,8 Miliar, Jalur Mipitan -Karang Nongko  senilai Rp  2,2 Miliar,
dan di jalur desa  Balerante senilai Rp 700 Juta lebih.

Sementara itu, Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto mengungkapkan, BPBD akan mengumpulkan pihak pihak terkait seperti, Dinas Perhubungan, Kepolisian, Perangkat desa dan semua pihak yang berkepentingan terhadap jalur evakusi ini,untuk membuat kesepakatan agar saling menjaga jalur tersebut agar awet dan tahan lama.

Di antaranya untuk membuat komitmen jalur evakuasi tidak boleh di lewati truk truk yang melebihi tonase agar tidak mudah rusak. Pihaknya berharap semua pihak menjaga jalur ini agar tidak rusak.Sehingga sewaktu waktu di gunakan untuk proses evakuasi pengungsi merapi jalur tersebut siap.

BPBD saat ini juga sedang menyusun protap evakuasi pengungsi merapi.Di harapkan jalur evakuasi dapat selesai secara cepat.Sri Winoto juga berharap masyarakat untuk mengawasi pelaksanaan proyek tersebut."Laporkan jika ada penyimpangan dan penyelewengan" Foto : Rio

sumber : Pusdatin BPBD Klaten.