Select Menu

Favourite

DIRGAHAYU TNI KE 70

NASIONAL

HUT TNI KE 70

PUSAT

SENKOM INFORMATION CENTER

SPACE IKLAN

POLDA

KLATEN

BERITA

SPONSOR

SPONSOR

TELEMATIKA

JAWA TENGAH

RESCUE

INFO

Karang Anyar | Jambore Potensi SAR Solo Raya yang di isi dengan workshop dan SAR challenge di selenggarakan di Pos SAR Surakarta dan di  Waduk Cengklik Boyolali selama dua hari dari sabtu sampai minggu 31 januari di ikuti 17 team yang ada di Solo Raya

Adapun SAR Challenge ini melombakan beberapa jenis yaitu keterampilan beregu dan perorangan, individual skill bidang pertolongan cedera tungkai bawah, penanganan kecelakaan air (water rescue) secara beregu  dan juga penanganan kecelakaan di ketinggian yang di sebut juga HART (High Angle Rescue Technique).

Berikut adalah juara SAR challenge menurut bidang bidangnya
Juara Individu skill

1 Malimpa
2 Pramuka UNS
3 SAR Karang Anyar

Juara HART (High Angle Rescue Technique).

1 AGL ( Anak Gunung Lawu )
2 SAR Wonogiri
3 SAR Karang Anyar

Water resceu

1 SAR Wonogiri
2 Himalawu
3 Senkom Rescue

Adapun Juara umum SAR challenge ini di juarai SAR Wonogiri.Kepala kantor SAR Semarang mengatakan bahwa tujuan di adakan SAR challenge ini sebagai wadah pemersatu di antara para relawan se Solo Raya,dan bukan kompetisi yang harus kuat kuatan antara team peserta lomba di Jambore ini (Ryo)

Karang Anyar | Jambore Potensi SAR Solo Raya Resmi di tutup pada malam ini minggu 31 januari 2016.Acara di laksanakan di depan Pos SAR Surakarta penyerahan hadiah dari masing masing lomba antara lain Individual skill ,Water rescue dan HART ( High Angle Rescue Technic ) terlihat sangat mendebarkan para peserta lomba.

Maksum Lutfiantoro Ketua koordinator lapangan  team Senkom Rescue mengatakan SAR challenge yang di adakan Basarnas ini sangat baik dan memberikan warna dalam dunia SAR bukan saja sebagai lomba tetapi lebih merupakan suatu kebersamaan dalam melatih kemampuan sesama peserta lomba.

Lebih lanjut sebagai tim yang masih baru di dunia SAR Senkom Rescue alhamdulillah mendapatkan juara 3 di lomba Water Rescue dan ini merupakan hasil dari berlatih serta dan pantang menyerah.Maksum mengharapkan para peserta lomba dari Senkom tidak berkecil hati walaupun belum semua bisa di raih ini sebagai modal kita dalam penyelamatan tandasnya

Senada dengan Kepala kantor SAR Semarang Agus Haryono bahwa kegiatan Jambore Potensi SAR ini merupakan wadah para relawan dan bukan ajang kompetisi tetapi lebih di utamakan semua unsur bisa bersatu siap siaga dalam setiap kejadian yang bersifat bencana maupun kecelakaan agar segera memberikan pertolongan ungkapnya di sela sela jambore.( Ryo )


Karanganyar — Badan SAR Nasional (Basarnas) terus menguatkan sinergitas dengan unsur-unsur terkait. Terutama empat unsur utama dalam penanganan bencana yakni Basarnas, Pemerintah setempat, TNI/Polri, dan unsur potensi SAR dari masyarakat.

“Unsur-unsur itu pilar utama penanganan bencana. Dengan sinergitas yang kuat, saya kira jika ada bencana atau ada hal-hal yang tidak baik akan lebih mudah mengatasinya,” ucap Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI F.H Bambang Soelistyo di sela-sela acara Jambore Potensi SAR Soloraya, yang digelar di Basarnas Pos Surakarta, Sabtu (30/1).

Ia mengatakan sinergi dengan Komunitas Relawan Masyarakat itu menjadi hal yang dititik beratkan. Menurutnya jumlah anggota relawan yang jumlahnya puluhan ribu orang sangatlah penting dalam operasi SAR Skala Besar. Komunitas itu nantinya secara sukarela akan membantu Basarnas dalam membantu masyarakat saat operasi SAR berlangsung.

“Jawa Tengah itu gudangnya relawan, setidaknya ada puluhan ribu relawan yang berasal dari wilayah ini dan sebagian besar mereka memiliki kualifikasi,” imbuhnya.

Selain memberdayakan SDM, saat ini pihaknya mengaku telah mengembangkan peralatan untuk operasi SAR. Tahun ini menurutnya Basarnas memiliki Unamed Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak yang cukup canggih. Alat itu bisa digunakan untuk operasi SAR di lokasi yang sulit seperti hutan atau pegunungan. Sehingga sebelum anggota diberangkatkan untuk operasi SAR, pesawat tanpa awak itu sudah memberikan sejumlah informasi yang dibutuhkan.

Selain itu menurutnya saat ini Basarnas juga memiliki peralatan untuk eksplorasi bawah air. Alat yanh dilengkapi dengan kamera dan sistem navigasi canggih itu bisa diandalkan untuk operasi SAR di tengah laut lepas. Pemanfaatan teknologi ini menurutnya menjadi penting mengingat Indonesia memiliki perairan yang cukup luas.

“Saat pesawat Air Asia jatuh beberapa waktu lalu kita belum memiliki alat tersebut, nah belajar dari pengalaman yang ada saat ini alat sudah siap dan bisa dioperasikan sewaktu-waktu,” ucapnya.sumber: timlo.net

Klaten |  Upaya serius dan sungguh sungguh terus dilakukan pemkab klaten untuk menangani beberapa tanggul sungai dengkeng yang longsor dan memutus aksees jalan. Dengan bantuan balai besar wilayah sungai bengawan solo,TNI,POLRI, Minggu pagi,pj bupati klaten,Jaka salwadi bersama pj sekda,Purwanto AC,dan jajaran BPBD Klaten memimpin langsung penanganan tanggul longsor di sungai Dengkeng,desa Kragilan,kecamatan Gantiwarno yang menutus akses jalan penghubung Gunung Kidul ke Klaten ini.

Di kragilan ini,Pemkab Klaten dan BBWS  Solo mengerahkan satu unit alat berat /backhoe untuk menutup tanggul yang longsor dengan material.longsoran sepanjang 40 meter dengan ketinggian lima meter sudah mulai teratasi oleh satu alat berat ini.
Satu unit backhoe juga akan bekerja selama satu minggu untuk menormalisasi alur sungai yang penuh endapan tanah.

Menurut Pj Bupati Klaten,Jaka Salwadi,penanganan tanggul yang longsor insyaAllah akan selesai satu minggu.Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,( BBWS ) juga akan memasang bronjong lebih dari 400 buah untuk memperkuat tanggul yang longsor.

"Minggu pagi ini,bersama Pak Pj Sekda,saya menggerakan satu alat berat untuk penanganan tanggul sungai Dengkeng yang longsor di Kragilan,mudah mudahan cepat tertangani," ujar Jaka Salwadi .

Menurut Samsi,staff operasi Dan pemeliharaan BBWS Solo,di sungai Dengkeng ada sekitar 30 titik yang kritis dan rawan longsor.pihaknya di kragilan ini,bersama muspida Klaten juga terlibat penanganan tanggul yang longsor.BBWS juga akan memasang  bronjong kawat di Kragilan ini.

Selain di Kragilan,Gantiwarno,Pj Bupati Dan Pj Sekda juga menggerakan warga masyarakat Dan relawan untuk melakukan gotong royong penanganan tanggul longsor di sungai Jolontoro,desa Kerten,Gantiwarno,yang merupakan anak sungai Dengkeng.

Menurut Pj Sekda klaten yang juga kepala PMI Klaten, Purwanto Anggono Cipto,dengan gotong royong hampir ratusan warga dan relawan terlibat penanganan tanggul longsor ini.Dan minggu siang ini tanggul setinggi lima meter dengan panjang 20 meter akhirnya selesai ditangani.

Lebih jauh,Purwanto menyatakan,pihaknya akan terus membangkitkan semangat gotong royong antara pemerintah,warga dan relawan.Dan itu terbukti di Kerten,gotong royong bisa mengatasi tanggul yang longsor.

Sementara itu,Plt Kalak Bpbd Klaten,Bambang Sujarwa,mengatakan telah mengirimkan logistik dan 500 karung untuk gotong royong di Kerten.

Pemkab Klaten,muspida bersama warga Dan relawan Dan sejumlah elemen,berencana akan menggelar aksi bersih sungai di sejumlah titik sungai di Klatenlaten pada tanggal 13 Februari 2016 yang diikuti ribuan peserta Dari Muspida,Skpd,TNI,Polri,relawan,
Kecamatan dan Desa.(edited Ryo)

Bpbd klaten

Karang Anyar | Badan SAR Nasional mengadakan acara potensi siaga SAR dengan tajuk “Jambore Potensi SAR Solo Raya”. Dalam acara yang rencananya akan digelar sampai esok hari, minggu (30/1).Jambore diikuti 1560 personel dari 160 organisasi potensi SAR se-Soloraya termasuk di dalamnya Senkom Rescue. Ada sejumlah kegiatan dalam jambore ini berupa workshop dan beragam lomba seperti Water Rescue, individual skill, high angle rescue technique (HART), SAR Challenge bertempat di Tower Rappling Pos SAR Surakarta dan Waduk Cengklik.

Adapun acara workshop para peserta akan di berikan materi terkait manajemen posko tanggap darurat, trauma healing, manajemen dapur umum dan manajemen SAR.Agus juga berpesan dalam SAR challange ini jangan dianggap sebagai kompetisi. Namun jadikan lomba ini sebagai asah ketrampilan untuk bisa memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan SAR pada masyarakat .

Jambore yang di buka langsung oleh Kabasarnas FH.Bambang Sulistyo,dalam pembukaan jambore ini beliau mengatakan bahwa bahwa kunci dalam penanganan operasi kemanusiaan ini di topang oleh 4 unsur yaitu Basarnas,BNPB,TNI/Polri dan relawan ini merupakan sinergi yang baik untuk memudahkan semua kegiatan operasi.Dalam kesempatan tersebut Kabasarnas juga menghibur para relawan dengan bernyanyi agar disaat tidak operasi digunakan untuk bersama sama bergembira.(Ryo)

KLATEN – Pasca kedatangan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan dari Kalimantan, pihak Polres Klaten kembali mengelar razia di sejumlah perbatasan yang menghubungkan dengan kabupaten lain. Razia yang disengaja dilaksanakan malam hari ini, bahkan dilakukan penggeledahan kendaraan bermotor dan pengemudinya.

Kapolres Klaten yang baru AKBP Faizal menuturkan, pihaknya tidak mau kecolongan dengan resiko ancaman dan ganguan keamanan yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah Klaten.

“Saat ini kita sedang dalam kondisi siaga satu, baik itu terkait para anggota Gafatar yang telah dipulangkan. Selain itu, juga terkait persidangan para pelaku teror yang beberapa waktu lalu tertangkap,”tuturnya, Senin (25/1/2016).

Terkait anggota Gafatar di Klaten, menurut Kapolres Klaten, saat ini belum ada anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan adalah warga Klaten.

“Informasi yang kita terima belum ada itu (anggota Gafatar,red) warga Klaten yang saat ini dikarantina di Donohudan,”imbuhnya.

Namun AKBP Faizal melanjutkan, dua atau tiga hari lagi kemungkinan ada anggota Gafatar yang dipulangkan lagi dengan naik kapal laut. Namun dirinya mengaku belum tahu berapa jumlah warga Klaten yang menjadi anggota Gafatar.

“Nanti kalaupun ada, kita akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk melakukan karantina dan pembinaan lebih dahulu. Selain itu, kita juga akan memberikan imbaukan kepada masyarakat,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten, Hadi Saputro menuturkan, pihaknya baru akan melakukan pengecekan ke asrama haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali sebagai tempat penampungan eks Gafatar pada Selasa (26/1/2016).

“Kita belum mendapatkan kepastian karena dari sananya memang belum ada data. Nanti, kita tahunnya ketika di Donohudan setelah dipilah-pilah. Nanti di Donohudan selama lima hari dulu, ada pembinaan. Itu masih tanggungjawab provinsi, setelah lima hari kemudian diambil pemerintah daerah (pemda) setempat,”tuturnya.

Hadi mengatakan, saat melakukan pengecekan nanti akan dilakukan pendataan eks Gafatar asal Klaten secara lengkap. Hal ini berkaitan untuk menentukan tempat penampungan yang akan digunakan.

Dirinya menjelaskan, awalnya Kesbangpol Klaten mendapatkan informasi jika tidak ada eks Gafatar dari Klaten yang sementara ditampung di Donohudan. Tapi ada perkembangan terkait jumlah eks Gafatar dari Klaten berjumlah 10 orang. Meski begitu, Hadi menegaskan, data tersebut belum dipastikan valid karena kepastiannya baru diperoleh ketika Pemkab melakukan peninjauan pada Selasa (26/1) besok.

Lebih lanjut, ia menambahkan, kalaupun ada eks Gafatar asal Klaten, pihaknya merencanakan untuk menampung terlebih dulu sebelum dikembalikan ke lingkungan masyarakat. Meski begitu, dirinya belum mengetahui tempat yang akan digunakan untuk menampung eks Gafatar. Pasalnya, tempat penampungan akan disesuaikan dengan jumlah eks Gafatar asal Klaten yang akan ditampung.

“Selama di penampngan tersebut eks Gafatar akan mendapatkan pembinaan spiritual, wawasan kebangsaan dan kesatuan. Persiapan kembali ke lingkungan masyarakat juga tidak hanya dilakukan bagi eks Gafatar saja. Tapi juga lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggal eks Gafatar agar dapat menerima tanpa ada perselisihan,”tutupnya.

joglosemar.co

BALIKPAPAN --- Pagi ini, Kamis (21/01), Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo, S.Sos yang didampingi oleh Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Heronimus Guru, dan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas Ratih Soelistyo beserta jajarannya meresmikan Kapal Negara (KN) SAR Wisanggeni di pelataran Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur.  

Acara ini juga turut dihadiri oleh Pangdam Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, perwakilan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kapolda Kalimantan Timur dan perwakilan Muspida Balikpapan, Kadis Ops Lanud Balikpapan, perwira pelaksana Lanal Balikpapan, seluruh potensi SAR, serta Kepala Kantor SAR seluruh Kalimantan, Palu, dan Makasar.

Kapal ini menggantikan kapal sebelumnya yang telah dimiliki Kantor SAR Balikpapan. Kapal KN SAR Wisanggeni ini berbahan aluminium, dibuat di Batam dengan panjang 40 meter, lebar 7,8 meter, dengan mesin 3×1499 HP dan memiliki kecepatan 30 knot. Kapal ini juga memiliki kemampuan deteksi permukaan pada malam hari karena dilengkapi forward infra red.

Dalam sambutannya, Kabasarnas menjelaskan alasannya memberikan nama Wisanggeni pada kapal tersebut. 

“Nama Wisanggeni adalah nama wayang.Wisanggeni adalah anaknya Arjuna dengan dewi Batari Dresanala dan memiliki kesakitan sangat tinggi karena mampu mengetahui hal yang akan terjadi.” kata Kabasarnas.

Kabasarnas meminta kepada Kepala Kantor SAR Balikpapan untuk memanfaatkan KN SAR Wisanggeni ini, seperti perilaku Wisanggeni yang mampu mendeteksi dan membaca niat seseorang.

"Wisanggeni juga nantinya akan melakukan cover di beberapa daerah, yakni Kaltim, Kaltara serta area Sulawesi Barat. Intinya yang termasuk ke dalam jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II." lanjut Kabasarnas.

Usai sambutan, Kabasarnas kemudian melanjutkan dengan menandatangani prasasti Kantor SAR Nunukan.

Selanjutnya peresmian kapal ditandai dengan penekanan tombol oleh Kepala Basarnas, Pangdam VI Mulawarman, Kepala Kantor SAR Balikpapan, dan perwakilan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita kembang di depan kapal oleh Ketua DWP Basarnas Ratih Soelistyo.

Usai meresmikan rombongan kemudian meninjau bagian dalam KN SAR Wisanggeni ini. (ebw)

Sumber Basarnas