Gunungkidul | senkomklaten.org – Sekitar 40 anggota Senkom Mitra Polri Bayat Kabupaten Klaten melaksanakan gotong royong pembersihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Dusun Tinjono (Njono), Kelurahan Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa hari hingga Minggu (18 Februari 2026) lalu dilakukan secara kolaboratif dengan relawan dari TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul.
Tim yang terdiri dari anggota Senkom dan relawan terkait fokus membersihkan lumpur tebal, batu-batu yang berserakan, serta berbagai material yang tercampur masuk ke dalam rumah warga dan masjid di lokasi terdampak. Pekerjaan difokuskan pada kawasan pemukiman yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana yang melanda beberapa waktu lalu.
Meskipun berasal dari Kabupaten Klaten, kehadiran Senkom Bayat menunjukkan solidaritas lintas daerah. Jarak dan batas administrasi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Wujudkan Semboyan "Siaga Saat Aman, Ada Dibutuhkan"
Wakil Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten, Aris Yulianto, menjelaskan bahwa aksi gotong royong ini merupakan bentuk wujud nyata dari semboyan yang menjadi pedoman Senkom. "Kami selalu siap siaga bahkan di masa kondusif, dan akan hadir dengan sepenuh hati saat masyarakat membutuhkan bantuan. Meskipun berbeda kabupaten, namun karena kedekatan wilayah perbatasan Klaten dengan Gunungkidul, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk meringankan beban saudara kita di sini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri SAR Bayat, Sadiyo, yang juga turut hadir dalam kegiatan ini, menyemangati seluruh anggota yang terlibat. Menurutnya, momen bencana adalah kesempatan berharga untuk berbagi dalam berbagai bentuk, baik melalui tenaga kerja, pemikiran untuk solusi pemulihan, maupun bantuan materi yang mungkin dibutuhkan. "Semoga semua upaya yang kami lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi korban banjir dan tanah longsor, serta membantu mereka dalam proses pemulihan kembali ke kehidupan normal," ujar Sadito.
Dukungan Masyarakat dan Pihak Berwenang
Kegiatan gotong royong ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat lokal dan pihak berwenang di Kecamatan Ngawen. Salah satu warga terdampak, Supriyadi (45), menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan relawan dari Senkom Bayat. "Kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka, karena membersihkan seluruh lumpur dan puing-puing sendirian bukan hal yang mudah," katanya.
Kepala Kelurahan Tancep, Slamet Widodo, menambahkan bahwa kolaborasi antar instansi dan organisasi masyarakat seperti ini sangat penting dalam penanganan pasca bencana. "Kami berharap semacam kerjasama ini dapat terus berlanjut, baik dalam penanganan darurat maupun proses pemulihan jangka panjang bagi wilayah yang terdampak," tandasnya.(Gie)
Posting Komentar