Wonosobo – Kemampuan personel pencarian dan pertolongan (SAR) perlu terus diasah agar siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Untuk memperkuat keterampilan tersebut, Pengurus Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah menggelar Diklat Advance Senkom SAR bertema Jungle and Vertical Rescue di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20 September 2026), tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Pelatihan diikuti ratusan anggota Senkom SAR dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Diklat ini menjadi bagian dari upaya Senkom Mitra Polri Jawa Tengah meningkatkan kapasitas personel, khususnya dalam menghadapi operasi pencarian dan pertolongan di medan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Materi Jungle and Vertical Rescue memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami berbagai teknik yang dibutuhkan dalam operasi SAR di kawasan alam terbuka, termasuk medan hutan dan medan vertikal.
Selain mendapatkan pembekalan teori, peserta juga diarahkan untuk mengasah kemampuan melalui praktik lapangan. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk meningkatkan ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Ketua Senkom Mitra Polri Jawa Tengah, H Guntur Ivanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan agenda rutin bagi personel Senkom bidang SAR sebagai bagian dari peningkatan kemampuan.
“Ini merupakan kegiatan rutin bagi personel Senkom bidang SAR untuk meningkatkan kemampuan. Maka diharapkan peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Guntur.»
Menurutnya, manfaat pelatihan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama diklat juga diharapkan dapat diteruskan kepada personel lain di daerah masing-masing.
Dengan demikian, peningkatan kapasitas dapat dilakukan secara berkelanjutan dan mendukung kesiapan tim Senkom SAR ketika dibutuhkan dalam kegiatan kemanusiaan.
Ketua Panitia PBSAR Senkom Jawa Tengah sekaligus pengurus Senkom Mitra Polri pusat, H Edy Ermawan, menjelaskan bahwa keterlibatan Basarnas dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pembekalan kepada peserta.
Menurut Edy, personel SAR tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Dalam menjalankan tugas di lapangan, anggota juga harus mampu menjaga komunikasi, kekompakan, ketenangan, serta memahami prosedur keselamatan.
“Jalankan amanah ini dengan baik. Serap ilmu sebanyak-banyaknya, ikuti arahan para instruktur, jaga kekompakan dan nama baik Senkom Mitra Polri Jateng,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak mengabaikan faktor keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
“Yang paling utama adalah keselamatan. Jangan memaksakan diri, selalu perhatikan arahan dan kondisi di lapangan. Semoga seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, serta pulang membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat,” lanjut Edy.
Diklat Advance Senkom SAR Jateng di Wonosobo tidak hanya menjadi sarana peningkatan kemampuan teknis. Pertemuan anggota dari berbagai daerah juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpersonel.
Jejaring yang semakin kuat diharapkan dapat mendukung efektivitas kerja tim ketika personel Senkom SAR harus terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Jawa Tengah.
Melalui pelatihan Jungle and Vertical Rescue tersebut, Senkom Mitra Polri Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang SAR. Bekal pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kerja sama tim menjadi modal penting bagi personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan secara aman dan profesional.
Posting Komentar