Diklat Gabungan Senkom Mitra Polri Jateng di Sragen: Pembina Tekankan Penguatan Empat Pilar Kebangsaan

Sragen | senkomklaten.org — Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Gabungan di Kabupaten Sragen pada Minggu 26/7/2026 di gedung Budi Luhur Masaran Sragen sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat soliditas organisasi, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh peserta. Kegiatan ini dihadiri peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Tengah serta pengurus daerah dan pembina organisasi.

Pembina Senkom Mitra Polri Jawa Tengah, H. Agus Muladi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyebutkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap keempat pilar tersebut menjadi fondasi moral dan ideologis bagi setiap anggota Senkom dalam menjalankan tugas sosial dan kemasyarakatan.

“Anggota Senkom tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis di bidang keamanan, penanggulangan bencana, dan komunikasi informasi, tetapi juga harus memiliki karakter kebangsaan yang kokoh. Dengan memahami dan mengamalkan Empat Pilar, anggota diharapkan mampu menjaga persatuan, meningkatkan semangat gotong-royong, serta memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar H. Agus Muladi.

Dalam pemaparan lain, Pembina H. Rudi Hartono memberikan motivasi kepada peserta tentang pentingnya semangat pengabdian, kerukunan, dan kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas Senkom. Ia menekankan bahwa efektivitas tugas di lapangan sangat bergantung pada kebersamaan antaranggota, komunikasi yang baik, serta sikap saling mendukung. 

Menurut H. Rudi, nilai-nilai tersebut memperkuat daya tahan organisasi menghadapi dinamika sosial dan mempermudah koordinasi dengan mitra kerja.Selain materi kebangsaan, rangkaian Diklat menghadirkan modul peningkatan kapasitas organisasi, kedisiplinan, kepemimpinan, serta teknik koordinasi operasional dalam mendukung tugas-tugas Senkom di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, mitigasi dan respons bencana, serta pengelolaan informasi dan komunikasi. 

Pelatihan disusun agar peserta memperoleh keseimbangan antara teori kebangsaan dan keterampilan praktis lapangan.Salah satu narasumber menyoroti peran penting Senkom sebagai jembatan antar-institusi: memperkuat hubungan komunikasi antara masyarakat, Polri, dan institusi terkait sehingga deteksi dini potensi konflik atau bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. 

Pembicaraan juga menekankan etika komunikasi publik, manajemen informasi di era digital, dan perlindungan data warga ketika menjalankan tugas pengawasan.Peserta menyatakan apresiasi terhadap materi yang diberikan. Seorang peserta dari kabupaten tetangga menyampaikan bahwa diklat tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya integrasi nilai kebangsaan dalam kerja-kerja pelayanan masyarakat. 

“Pelatihan ini menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas teknis; tetapi juga panggilan kebangsaan yang mengedepankan persatuan dan penghormatan terhadap perbedaan,” kata peserta itu.Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antaranggota Senkom se-Jawa Tengah.
 
Melalui sesi diskusi dan simulasi, peserta berlatih koordinasi lapangan, skenario mitigasi bencana, serta komunikasi antar-lembaga. Panitia menyusun program yang adaptif terhadap kondisi lokal sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di wilayah masing-masing.Dengan adanya Diklat Gabungan ini, Senkom Mitra Polri Jawa Tengah berharap munculnya kader yang profesional, berintegritas, dan berjiwa pengabdian tinggi untuk menjaga keutuhan NKRI serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. 

Ke depan, organisasi juga berencana memperluas kerja sama dengan instansi terkait dan meningkatkan frekuensi pelatihan untuk menjawab dinamika tantangan keamanan dan sosial di tingkat daerah.Penutup acara diisi dengan komitmen bersama untuk mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap tugas pengabdian kepada masyarakat, serta rencana tindak lanjut berupa pembentukan kelompok kerja penguatan kapasitas di level kabupaten/kota. (Ryo) 

Post a Comment

أحدث أقدم