Ngawi | senkomklaten.org – Kabut tipis yang menyelimuti Kebun Teh Jamus menjadi latar suasana khidmat dalam kegiatan orientasi dan pengukuhan pengurus Senkom Mitra Polri Jawa Tengah masa bakti 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu (25–26 April 2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus menegaskan komitmen sebagai mitra strategis Polri di tengah tantangan Kamtibmas yang semakin kompleks.
Ratusan pengurus dari berbagai daerah di Jawa Tengah hadir dalam agenda tersebut. Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika sosial di era digital.
Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Pembina Pusat Senkom, Srijono. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya orientasi sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan tanggung jawab organisasi.
“Tanggung jawab organisasi bukanlah beban, melainkan jalan pengabdian. Momentum ini harus menjadi titik awal untuk bergerak bersama secara solid, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Senkom Jawa Tengah yang baru, Guntur Ivanto, menyampaikan visi kepemimpinan yang menekankan transformasi organisasi menjadi lebih profesional dan adaptif. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan bahwa Senkom harus mampu berperan lebih strategis dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia memaparkan dua fokus utama yang akan menjadi prioritas kepengurusannya. Pertama, optimalisasi peran biro teknis melalui pemanfaatan teknologi komunikasi seperti jaringan radio dan Sistem Darurat Komunikasi (SDC). Menurutnya, perangkat yang dimiliki harus dimaksimalkan untuk mendukung kesiapsiagaan dalam kondisi darurat.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah ada hanya menjadi pelengkap. Harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tugas kemanusiaan dan komunikasi darurat,” tegasnya.
Kedua, penguatan tata kelola organisasi melalui penertiban administrasi, khususnya terkait legalitas aset dan dokumen. Ia menilai, kerapian administrasi merupakan bagian penting dari profesionalisme organisasi.
“Menjaga keamanan masyarakat adalah tugas utama, tetapi menjaga aset dan dokumen organisasi juga merupakan tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan,” imbuhnya.
Selain itu, dalam menjawab tantangan era Society 5.0, Senkom Jawa Tengah juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang terstruktur dan berbasis sertifikasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi anggota sehingga lebih siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan di Jamus juga menjadi ajang konsolidasi lintas daerah yang mempertemukan pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Melalui forum ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih efektif, responsif, dan humanis dalam menjalankan tugas organisasi.
Dengan kepemimpinan baru, Senkom Jawa Tengah optimistis mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. Momentum pengukuhan di Kebun Teh Jamus ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi sebagai mitra strategis Polri sekaligus pelayan masyarakat yang profesional, tanggap, dan berintegritas.(Gie)
Posting Komentar