Jatinom | senkomklaten.org – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, pada Minggu sore (29/3/2026). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga di Dukuh Sribit RT 7 RW 14, Desa Pandeyan, Kecamatan Jatinom.
Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB membuat beberapa atap rumah warga beterbangan hingga ke area persawahan. Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan pohon tumbang, genangan air di sejumlah titik permukiman warga.
Beberapa rumah yang mengalami kerusakan cukup parah di antaranya milik Saiful, Toyibin, dan Rudi. Bagian atap rumah mereka terlepas akibat kuatnya terpaan angin. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius.
Salah seorang warga setempat Kusnanto menyampaikan bahwa warga langsung bergerak cepat melakukan gotong royong usai kejadian. “Begitu angin reda, kami langsung keluar rumah untuk saling membantu. Atap yang jatuh diamankan, dan genangan air segera dibersihkan supaya tidak semakin meluas,” ujarnya.
Pasca kejadian, anggota Senkom SAR Kecamatan Jatinom turut turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan perbaikan darurat. Bersama warga dan aparat desa, mereka fokus menangani rumah-rumah yang mengalami kerusakan paling parah. Proses gotong royong berlangsung hingga malam hari guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyampaikan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh intensitas musim hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Jawa Tengah.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
BPBD juga mengingatkan warga agar menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan memastikan kondisi atap rumah dalam keadaan kuat serta aman.
Hingga Senin pagi (30/3/2026), situasi di lokasi terdampak dilaporkan sudah kondusif. Warga bersama relawan masih melakukan perbaikan sementara pada rumah-rumah yang rusak. Pemerintah desa setempat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendata kerugian dan menyalurkan bantuan material bagi warga yang terdampak bencana.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, proses pemulihan diharapkan dapat segera selesai sehingga warga dapat kembali beraktivitas secara normal.(Ryo)
Posting Komentar