21 Senkom Klaten Ikuti Simulasi Banjir DI HKB 2026


Cawas | senkomklaten.org  – Suasana penuh kedisiplinan dan kesiapan menyelimuti Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, pada Minggu (26/4/2026). Di lokasi ini digelar simulasi penanganan bencana banjir berskala besar yang tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga mendapat sorotan luas hingga tingkat nasional. Acara ini disiarkan langsung dan disaksikan oleh berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga pelosok tanah air.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026. Simulasi di Klaten ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan acara serupa yang sebelumnya digelar di Jakarta dan Semarang, yang masing-masing mengusung skenario banjir rob dan tanah longsor.
 
Di Klaten, skenario yang diangkat sangat relevan dengan kondisi geografis setempat, yaitu simulasi jebolnya tanggul Sungai Dengkeng. Fokus utama kegiatan ini adalah menguji kecepatan, ketepatan, dan koordinasi dalam proses evakuasi warga yang terdampak banjir.
 
Pemerintah Kabupaten Klaten membuktikan kesiapannya dengan mengerahkan seluruh unsur kekuatan. Mulai dari TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berbagai relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat, semua bersatu padu. Keterlibatan lintas sektor inilah yang menjadi kunci keberhasilan dan menjadikan simulasi terasa sangat nyata dan komprehensif.
 
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa menghadapi ancaman bencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh gotong royong seluruh elemen.
 
“Dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026, kami bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder menyelenggarakan simulasi ini. Kita mengerahkan seluruh elemen untuk berkolaborasi, termasuk dalam evakuasi warga yang terjebak banjir, khususnya kelompok rentan,” ujar Bupati.

Simulasi berjalan dengan sangat terstruktur dan lancar. Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari titik banjir menuju tempat aman, selanjutnya dipindahkan ke posko pengungsian.
 
Tidak hanya soal penyelamatan fisik, aspek pemulihan juga diperhatikan dengan serius. Di posko, para "korban" simulasi mendapatkan pelayanan lengkap mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendampingan psikososial atau trauma healing, hingga pembagian logistik yang tertib.
 
“Seluruh proses kami lakukan secara terpadu, mulai dari cek kesehatan, trauma healing, distribusi logistik, sampai warga benar-benar dalam kondisi aman dan bisa kembali ke rumah,” tambah Hamenang.
 
Keberhasilan pelaksanaan ini mendapat apresiasi tinggi secara nasional. Klaten dinilai berhasil menunjukkan praktik terbaik (best practice) dalam membangun budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan yang matang di tengah masyarakat.
 
 
Dalam operasi besar ini, Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten turut memberikan kontribusi nyata. Sebanyak 21 personel diturunkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
 
Peran mereka sangat vital, mulai dari menjaga stabilitas komunikasi antar instansi, membantu koordinasi di lapangan, hingga terlibat langsung dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Klaten H. Kamidi S.Pd, M.Pd hadir langsung di lokasi untuk memantau dan memastikan kinerja anggota berjalan maksimal sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya kesiapsiagaan daerah.
 
Dengan kolaborasi yang solid ini, diharapkan kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan benar-benar meningkatkan kapasitas dan kesiapan nyata seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa depan.(Ryo/Cip) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama